Berita Utama

Pembangunan Kodam XXIV/Mandala Trikora di Merauke Diawali dengan Prosesi Adat

Merauke - Pembangunan markas Kodam XXIV/Mandala Trikora di atas lahan seluas 120 hektare di Kampung Urum, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, diawali dengan prosesi adat berupa penyembelihan lima ekor babi, Senin, (26/10/2026).

Prosesi tersebut menjadi tanda dimulainya pembangunan markas Kodam XXIV/Mandala Trikora sekaligus pengesahan secara adat oleh masyarakat adat. 

Kegiatan itu disaksikan Pangdam XXIV/Mandala Trikora Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia, Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze, Danrem 174/ATW Brigjen TNI Mustakim beserta jajaran, Pastor Paroki Wendu Andreas Fanumbi, serta masyarakat di sekitar lokasi pembangunan.

Yohanes Yandi, yang mewakili masyarakat Urum sekaligus Ketua Adat dari tiga kampung, yakni Urum, Waninggap Nanggo, dan Matara, mengatakan penyerahan tanah untuk pembangunan markas Kodam disertai harapan agar anak cucu mereka mendapat kesempatan untuk menjadi anggota TNI maupun Polri.

Menurutnya, masyarakat adat berharap kehadiran Kodam tidak hanya membawa perubahan dalam aspek keamanan, tetapi juga memberikan manfaat bagi kehidupan dan masa depan generasi muda setempat.

"Kita akan bangun kampung ini, kita harus kerja. TNI akan bantu masyarakat kampung ini," ujarnya di lokasi pembangunan.

Ksempatan yang sama, Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze menyambut baik kehadiran Kodam XXIV/Mandala Trikora di Provinsi Papua Selatan yang markasnya dibangun di Kabupaten Merauke.

Ia menyebut momentum tersebut sebagai kehormatan bagi Pemerintah Kabupaten Merauke karena turut diundang untuk memberikan doa restu terhadap proses adat yang dilaksanakan masyarakat adat. 

Menurut Yoseph, tanah memiliki nilai strategis, bukan hanya dari sisi ekonomi, melainkan juga berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat adat dan generasi penerusnya.

Karena itu, ia menilai hubungan baik antara TNI dan masyarakat adat harus terus dijaga. Harapan masyarakat agar anak cucu mereka mendapat perhatian dan kesempatan untuk bergabung dengan TNI maupun Polri merupakan bagian dari ikatan yang perlu dipelihara bersama.

"Mari kita jaga hubungan baik itu supaya masyarakat dan TNI terus menjaga kerja sama dan hubungan baik, sebab TNI lahir dari masyarakat. Kebesaran hati masyarakat untuk mengizinkan tanah bagi pembangunan markas ini semakin mempererat hubungan antara keduanya," katanya.

Yoseph berharap pembangunan markas Kodam dapat mendukung terciptanya situasi keamanan yang semakin kondusif sekaligus mendorong kemajuan pembangunan di wilayah tersebut.

Ia juga berharap anak-anak di sekitar lokasi pembangunan memperoleh kesempatan untuk mengenyam pendidikan dan mendapatkan pekerjaan yang layak.

Menurutnya, perubahan menuju kehidupan yang lebih baik membutuhkan kerja keras, kolaborasi, dan sinergi dari seluruh pihak.

"Saya mengimbau masyarakat untuk mendukung seluruh proses pembangunan di tempat ini. Dengan kehadiran Kodam, diharapkan suasana semakin kondusif dan pembangunan daerah semakin maju," ujarnya.

Sementara itu, Pangdam XXIV/Mandala Trikora Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia menyampaikan terima kasih dan penghormatan kepada masyarakat adat yang telah bersedia bekerjasama untuk mendukung pembangunan markas Kodam.

Ia menegaskan pembangunan tersebut tidak hanya berorientasi pada berdirinya fasilitas militer, tetapi juga menjadi bukti nyata kedekatan dan hubungan kekeluargaan antara TNI dan masyarakat Papua Selatan, khususnya masyarakat dari tiga kampung yang berada di sekitar lokasi pembangunan.

Menurut Pangdam, tanah tersebut akan menjadi saksi hubungan antara TNI dan masyarakat yang harus terus dipelihara.

Ia juga memberikan perhatian khusus terhadap aspirasi masyarakat agar putra-putri dari Kampung Urum dan kampung sekitarnya memperoleh kesempatan untuk menjadi anggota TNI.

"Saya menyampaikan bahwa putra dan putri dari tiga kampung sudah menjadi bagian dari keluarga Kodam. Karena itu, ada perhatian khusus sebagai bentuk pemenuhan aspirasi kepala suku agar anak-anak mereka bisa menjadi anggota TNI," ungkapnya.

Pangdam mengatakan dirinya memiliki komitmen untuk memperjuangkan kesempatan bagi putra-putri asli Papua agar dapat bergabung dengan TNI. Ia mengakui masih terdapat berbagai kekurangan, tetapi hal tersebut tidak mengurangi tanggung jawabnya untuk membantu generasi muda Papua.

Ia menyebut sudah ada putra asli Papua yang berhasil menjadi anggota TNI melalui upaya yang dilakukan. Selama bertugas di Papua Selatan, dirinya berkomitmen untuk terus memberikan perhatian kepada putra-putri asli Papua yang ingin mengabdikan diri kepada negara melalui institusi TNI.

Selain membuka peluang bagi generasi muda untuk menjadi prajurit, Pangdam juga menyampaikan rencana pembangunan fasilitas pendidikan untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia orang asli Papua (OAP).

Salah satunya melalui pembangunan SMA Kartika yang diperuntukkan bagi OAP. Ia juga menyiapkan lahan untuk pembangunan asrama bagi anak-anak yang berasal dari daerah jauh agar dapat mengenyam pendidikan di sekolah tersebut.

Melalui fasilitas pendidikan itu, Pangdam berharap anak-anak Papua Selatan mendapatkan kesempatan lebih luas untuk meraih masa depan yang baik, termasuk menjadi prajurit dan calon perwira TNI.

"Saya punya keyakinan, kita menata dari awal, dari kelas satu sampai kelas tiga, untuk menyiapkan SDM OAP agar menjadi orang hebat, bukan hanya di pemerintahan, tetapi juga di TNI," katanya.

Ia optimistis dalam belasan tahun mendatang, putra-putri Papua Selatan berpeluang menduduki posisi strategis di lingkungan TNI apabila dipersiapkan melalui pendidikan dan pembinaan yang baik sejak dini.

Pangdam menegaskan kepedulian terhadap generasi muda Papua merupakan bagian dari upaya bersama membangun masa depan yang lebih baik.

Ia juga berharap kehadiran satuan TNI dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, baik dalam menjaga keamanan maupun mendorong pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Wamentan Siapkan Solusi Terpadu untuk Atasi Keluhan Petani Merauke

Dengan dimulainya pembangunan markas Kodam XXIV/Mandala Trikora, masyarakat berharap terjalin hubungan yang semakin erat dengan TNI serta terbuka peluang yang lebih besar bagi generasi muda setempat untuk memperoleh pendidikan, pekerjaan, dan masa depan yang lebih baik.(Get)