Merauke - Pembangunan Markas Komando Daerah Militer (Makodam) XXIV/Mandala Trikora di Kampung Urum, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, ditargetkan rampung paling lambat Desember 2027.
Pangdam XXIV/Mandala Trikora, Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia, mengatakan pembangunan markas tersebut akan diawali dengan pekerjaan pembersihan lahan atau land clearing setelah pelaksanaan prosesi adat pada Senin, (26/10/2026).
“Hari ini kita bersama-sama menyaksikan prosesi adat. Kami dari TNI sangat menghargai dan menjunjung tinggi adat Papua. Karena itu, sebelum pembangunan Makodam ini dimulai, kita terlebih dahulu melaksanakan prosesi adat,” ujarnya di Kampung Urum, Senin, (26/10/2026).
Ia menjelaskan, pembangunan Makodam XXIV/Mandala Trikora akan dilakukan di atas lahan seluas kurang lebih 120 hektare. Pembangunan tersebut diharapkan dapat berjalan sesuai rencana sehingga markas komando itu bisa berdiri paling lambat pada Desember tahun depan.
“Targetnya, paling lambat Desember tahun depan Makodam sudah berdiri,” katanya.
Selain menjelaskan rencana pembangunan, Pangdam juga menerangkan status lahan yang digunakan untuk pembangunan Makodam. Menurut dia, lahan tersebut merupakan bekas lahan PT Tesmako yang telah disita oleh negara setelah dinyatakan terlantar.
Ia mengatakan, berdasarkan surat izin yang dimiliki perusahaan tersebut, tidak ada kegiatan yang dilakukan hingga masa berlaku izin berakhir.
“Tanah ini merupakan tanah milik PT Tesmako, bekas lahan PT Tesmako. Berdasarkan surat izin yang mereka miliki, sekitar tahun 1994 atau 1996, hingga masa berlakunya habis, tidak ada satu pun kegiatan yang dilakukan PT Tesmako di sini,” jelasnya.
Menurut Pangdam, kondisi tersebut membuat negara menilai lahan itu tidak memberikan kontribusi pendapatan, termasuk dari sektor perpajakan. Karena itu, lahan tersebut kemudian dinyatakan terlantar dan disita oleh negara.
Pangdam menegaskan, lahan yang digunakan untuk pembangunan Makodam telah diberikan oleh negara kepada TNI untuk kepentingan pembangunan markas komando.
“Tanah ini disita oleh negara. Kalau sudah disita oleh negara, berarti menjadi milik negara. Kami dari TNI diberikan oleh negara untuk membangun di sini,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Pangdam menyebut terdapat tiga lokasi lain di sekitar kawasan pembangunan Makodam yang sebelumnya juga dikuasai PT Tesmako dan disebut telah disita oleh negara.
Namun, ia mengaku belum mengetahui secara pasti luas keseluruhan dari ketiga lokasi tersebut.
“Di luar itu, kalau tidak salah, ada tiga lokasi lain yang berdekatan di sekitar sini. Lokasi-lokasi tersebut sebelumnya dikuasai PT Tesmako dan sudah disita oleh negara. Namun, saya kurang begitu memahami luas keseluruhan dari ketiga lokasi tersebut,” tuturnya.
Baca Juga: Pembangunan Kodam XXIV/Mandala Trikora di Merauke Diawali dengan Prosesi Adat
Ia kembali menegaskan bahwa lahan yang akan digunakan untuk pembangunan Makodam XXIV/Mandala Trikora di Kampung Urum memiliki luas sekitar 120 hektare.(Get)








0 Komentar
Komentar tidak ada