Berita Utama

Jaga Ruang Hidup dan Masa Depan: Tim Ekspedisi Patriot IPB University dan BPBD Rangkul Masyarakat Adat Ivimahad Mitigasi Karhutla Dusun Sagu

MERAUKE — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda kawasan Papua Selatan menjadi alarm kritis bagi kelangsungan peradaban dan ketahanan pangan masyarakat adat. Merespons ancaman api yang terus membayangi dusun sagu sejak pertengahan Agustus lalu, Tim 10 Ekspedisi Patriot IPB berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Merauke menggelar diskusi dengan tajuk "Manajemen Mitigasi Kebakaran Hutan dan Lahan" di Balai Kampung Ivimahad, Sabtu (24/10/2026).

Bagi masyarakat Papua, khususnya di Kampung Ivimahad, kawasan dusun sagu yang terbakar bukan sekadar lahan pepohonan biasa. Kawasan tersebut adalah identitas budaya, urat nadi ekonomi, sekaligus ruang hidup yang diwariskan secara turun-temurun. Kerusakan dusun sagu akibat karhutla secara langsung mengancam kelangsungan hidup keluarga-keluarga adat yang selama ini menggantungkan pemenuhan kebutuhan hidupnya dari kekayaan yang ada di dusun sagu.

Salah satu penduduk Kampung Ivimahad, Plasidius, mengungkapkan bahwa hingga kini warga bersama tokoh adat masih terus berjibaku di lapangan untuk mencegah perluasan titik api.

"Sampai saat ini hampir setiap hari masyarakat masih terus berjuang untuk memadamkan kobaran api yang membakar ladang dan dusun sagu di Kampung Ivimahad," ujar Plasidius di tengah situasi yang menantang tersebut.

Berangkat dari urgensi nyata di lapangan, forum mitigasi ini digelar dengan mengusung semangat "Jaga Lahan Sagu, Jaga Pangan, Jaga Masa Depan". Pertemuan ini menjembatani intervensi taktis dari pemerintah dan kearifan lokal, menghadirkan Kepala Bidang Pelayanan Informasi Rawan Bencana BPBD Merauke, Andarias Ro'son, S.IP., M.AP., bersanding dengan Ketua Adat Kampung Ivimahad, Liberatus Mainu Gebze. Diskusi strategis ini dipandu langsung oleh Koordinator Tim 10 Ekspedisi Patriot IPB, Henni Dhea Amalia.

Dalam sesi diskusinya, Andarias Ro'son menekankan perlunya langkah preventif dan represif yang terstruktur dari tingkat akar rumput. Mengingat mayoritas kawasan sagu berada di lokasi yang sulit dijangkau armada pemadam, BPBD secara khusus mendorong percepatan aktivasi kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) di Kampung Ivimahad. Kehadiran MPA yang diinisiasi dari dalam dan digerakkan langsung oleh pemuda serta masyarakat adat ini dinilai sangat krusial sebagai garda terdepan (first responder) dalam melakukan penanganan awal sebelum api meluas.

Lebih dari sekadar memadamkan api yang sedang menyala, BPBD bersama Tim Ekspedisi Patriot IPB juga menargetkan visi jangka panjang dengan mendorong pencanangan Kampung Ivimahad sebagai Kampung Tanggap Bencana (Destana). Transformasi menjadi Destana ini diharapkan mampu membuat desa memiliki sistem peringatan dini yang mandiri, regulasi lokal yang memadai, serta kapasitas kelembagaan yang tangguh dalam merespons berbagai ancaman krisis lingkungan di masa depan.

Peristiwa di Kampung Ivimahad menjadi pengingat keras bahwa pelestarian lingkungan dan mitigasi bencana tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan sinergi terpadu antara pemerintah, akademisi, dan kelompok masyarakat adat.

Baca Juga: Libatkan Tiga Distrik, Tim Ekspedisi Patriot UGM Rumuskan Prioritas Pembangunan Infrastruktur Kawasan Transmigrasi Muting

"Kami berharap kebakaran bisa dicegah agar api tidak meluas dan masyarakat tidak kehilangan sumber penghidupan mereka. Dusun sagu adalah sumber kehidupan yang harus dijaga bersama," pungkas Plasidius dengan penuh harap.