Merauke - Tim Saber Polda Papua bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Satgas Pangan Nasional melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok pasar dan distributor di Kabupaten Merauke.
Direskrimsus Polda Papua, Kombes Pol. Dr. Rama Samtama Putra, mengatakan pihaknya melakukan pengecekan terhadap 14 komoditas bahan pokok, khususnya yang menjadi perhatian pemerintah menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Ini tadi kita mengecek khususnya 14 komoditas bahan pokok. Sejauh ini, khusus yang menjadi intervensi pemerintah di barang-barang subsidi, Minyakita masih sesuai HET Rp15.700. Yang agak fluktuatif itu cabai,” ujarnya di Pasar Wamanggu.
Ia menjelaskan, harga cabai merah kecil (rawit) saat ini berada di kisaran Rp100 ribu per kilogram. Kenaikan harga dipengaruhi oleh berkurangnya pasokan panen di tingkat petani.
"Cabai ini memang tadi di kisaran Rp100 ribuan cabai merah kecil rawit. Ini nanti akan coba kita mitigasi di tingkat petani, tapi infonya memang ketersediaan pasokan panenan agak berkurang sehingga harga cenderung naik,” jelasnya.

Pengecekan harga komoditas di Pasar Wamanggu Merauke
Sementara itu, harga beras, daging, dan ayam masih tergolong stabil. Tim juga melakukan pengecekan ke salah satu distributor besar di Merauke untuk memastikan rantai distribusi berjalan lancar.
"Kalau beras itu masih tergolong stabil, kemudian beberapa kebutuhan pokok lainnya, daging, ayam dan ini kita lanjut ke salah satu distributor besar yang ada di Merauke untuk melihat rantai distribusi, sejauh mana nanti baru kita akan rapatkan kembali,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, petugas juga memberikan teguran kepada seorang pedagang yang menjual Minyakita tidak sesuai mekanisme distribusi. Pedagang tersebut membeli minyak subsidi dari mitra Bulog dalam jumlah kecil lalu menjualnya kembali.
"Ini kita sudah beri teguran, termasuk kita bantu yang bersangkutan untuk mengurus NIB dan mungkin sehari dua hari tadi sudah bisa dijadikan mitra Bulog, jadi dia nanti akan mendistribusikan Minyakita dari Bulog,” tegasnya.

Rama menambahkan, pengecekan harga dilakukan rutin setiap hari oleh petugas, sementara inspeksi mendadak (sidak) dilakukan secara tentatif.
“Ketersediaan aman, tadi kita sudah tanya-tanya. Mudah-mudahan yang kita jaga mendekati Lebaran tidak terjadi kenaikan. Tapi kita sudah persiapan, nanti akan ada rakor kegiatan yang sifatnya intervensi seperti gerakan pasar murah dan operasi pasar,” tambahnya.
Ia menegaskan, apabila terdapat indikasi kenaikan harga yang signifikan, pemerintah akan segera melakukan intervensi melalui operasi pasar guna menjaga stabilitas.
Sementara itu, Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Badan Pangan Nasional, Rachmi Widiriani, mengatakan pihaknya telah meninjau langsung kondisi di tingkat produsen telur dan cabai.
"Kemarin sudah ke produsen telur kemudian cabai. Kondisi di hulu atau di produsen itu aman, cuma memang saat masuk ke pasar mungkin ada beberapa perubahan,” terangnya.

Menurutnya, selisih harga dapat terjadi di tingkat perantara distribusi. Meski demikian, pasokan dari produsen dipastikan masih mencukupi.
"Kita harapkan di hulunya aman, dan kita sudah ingatkan untuk terus memasok ke pasar supaya pedagang mendapat kepastian pasokan untuk menjaga stabilitas harga,” ujarnya.
Ia menambahkan, untuk pertanaman cabai masih berlangsung. Cabai merah keriting sudah mulai ditanam kembali dan cabai rawit masih tersedia. Kendala cuaca akibat curah hujan tinggi sebelumnya sempat menghambat proses panen dan distribusi karena kondisi jalan yang becek.
Baca Juga: Bupati Merauke Sebut Banyak Dokter Dibiayai oleh Pemda lebih Memilih Bertugas di Luar Papua
"Beberapa hari ini sudah mulai panas, sehingga memudahkan panen dan distribusi. Kita harapkan pasokan bisa terus masuk ke pasar dan harga kembali stabil.(Get)








0 Komentar
Komentar tidak ada