Berita Utama

Jelang Hari Raya Nyepi 2026, Berbagai Kegiatan Sosial Dilakukan Umat Hindu Merauke

Merauke - Menjelang Hari Raya Nyepi tahun 2026, umat Hindu di Kabupaten Merauke Papua Selatan melakukan berbagai kegiatan sosial.

Di antaranya, pembagian takjil, nasi kotak, dan donor darah di Pura Duta Dharma Tanah Miring pada 1 Maret lalu. Kemudian, melaksanakan ritual, yang pertama sudah lakukan ritual Melasti yakni upacara persembahyangan di pantai Lampu Satu pada Minggu, 14 Maret sebelum hari raya Nyepi. 

Tujuannya untuk pembersihan alam (bhuano agung), pembersihan diri manusia dan pembersihan benda-benda sakral (Pratima) yang ada di pura, sehingga ketika Nyepi nanti, pribadi umat Hindu, alam semesta maupun benda sakral sudah dalam kondisi bersih dan suci serta bebas dari pengaruh negatif.

Ritual Melasti dilakukan umat Hindu Merauke di Pantai Lampu Satu sebelum hari raya Nyepi 2026.

Selanjutnya, tawur agung yakni pecaruan di Pura Merta Sari dan sembahyang di rumah masing-masing. Dan di hari berikutnya akan dilaksanakan Catur Brata Penyepian atau hari raya Nyepi di masing-masing pura pada Kamis, 19 Maret 2026. 

Ketua Panitia Hari Besar Agama Hindu Kabupaten Merauke, I Made Asuandana mengatakan, tahun ini pihaknya mengusung tema Vasudhaiva Kutumbhakam "artinya seluruh dunia atau satu bumi adalah satu keluarga, bahwa dalam satu bumi ini kita semua keluarga," ujarnya, Selasa, (17/3/2026) di Merauke.

Konsep Vasudhaiva Kutumbhakam ini memiliki makna yang sangat dalam dalam ajaran Hindu dan relevansi yang luas di tingkat global yang mengajarkan bahwa tidak ada perbedaan mendasar antara satu individu dengan individu lainnya.

Baca Juga: Lanud DMA Dukung Operasional Pesawat Airbus A400M, Mendarat Perdana di Merauke

Untuk itu, Nyepi tahun ini diharapkan hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama manusia dan manusia dengan alam semesta semakin ditingkatkan.(Get)