Merauke - Selain kematian yang ditakdirkan oleh Allah sang pencipta, manusia hendaknya menghindari berbagai faktor yang mengakibatkan kematian sebelum waktunya.
Nasihat ini disampaikan Uskup Keuskupan Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC dalam homilinya pada minggu kelima masa prapaskah, Minggu, (22/3/2026) di Gereja Katedral Merauke. Jaga diri supaya tidak cepat mati adalah bagian dari pesan nasihat untuk menghargai kehidupan, menjaga kesehatan fisik dan mental, serta mempersiapkan diri dalam kebenaran sebagai (bekal) menghadapi kematian nanti.
Sejauh pengamatannya, banyak anak muda yang harus meninggal karena mabuk, tidak menjaga kesehatan, tidak menerapkan pola hidup sehat, jauh dari perintah agama sehingga jalan hidupnya menjadi tidak terarah dan menimbulkan banyak masalah dan akhirnya meninggal dunia.
"Saudara-saudara sekalian, dalam hidup ini kita harus menjaga diri supaya tidak cepat mati. Seringkali kita menyaksikan orang-orang yang masih muda tapi karena mabuk akhirnya cepat meninggal. Kita harus menjaga diri karena kita adalah ciptaan Tuhan. Kita harus berusaha supaya kita tidak jatuh dalam penyakit duniawi," ucap Uskup Mandagi.
Ia menyebut salah satu kebiasaan buruk yang membuat orang cepat meninggal dunia adalah alkohol. Namun ada banyak hal lain yang juga lebih cepat mengantarkan seseorang menghadap sang ilahi sebelum waktunya. Selain alkohol, keinginan daging yang berlebihan dan seks bebas mendatangkan penyakit, egois, suka hidup dalam masalah dan kekerasan fisik, bekerja keras mengumpulkan uang atau harta hingga lupa waktu istirahat dan beribadah.
"Ada orang bekerja keras, itu bagus, tetapi jangan sampai lupa waktu untuk istirahat tidur atau kumpul dengan keluarga hanya sibuk cari uang. Tidak sadar satu saat badan sakit uang itu dipakai untuk biaya rumah sakit, habis uangnya. Saya ajak kita semua supaya kita jaga kesehatan," ajak Uskup Mandagi.
Manusia, lanjut dia, harus sadar akan keterbatasan bahwa kalau tidak tertib dan teratur serta tidak jaga diri terutama pengendalian diri maka akan mudah masuk dalam penderitaan dan kebinasaan. Selain itu, iman umat menjadi fondasi yang kuat untuk membentengi diri yakni percaya kepada Yesus Kristus dalam ajaran gereja Katolik dengan melakukan perintahNya dan menjauhi laranganNya.
Gereja Katolik ada 10 perintah Allah sebagai landasan moral dan kasih kepada Allah serta sesama:
1. Akulah Tuhan, Allahmu, jangan menyembah berhala, berbaktilah kepada-Ku saja, dan cintailah Aku lebih dari segala sesuatu.
2. Jangan menyebut nama Tuhan Allahmu dengan tidak hormat.
3. Kuduskanlah hari Tuhan (hari Minggu dan hari raya yang diwajibkan).
4. Hormatilah ibu-bapamu.
5. Jangan membunuh (termasuk membenci, tidak menjaga kesehatan diri, dan aborsi).
6. Jangan berzinah.
7. Jangan mencuri.
8. Jangan bersaksi dusta tentang sesamamu (jujur, tidak fitnah).
9. Jangan mengingini istri atau suami sesamamu.
10. Jangan mengingini milik sesamamu secara tidak adil.
Kemudian ada 5 perintah gereja sebagai pedoman wajib bagi umat untuk menjamin kehidupan spiritual minimum, meliputi:
1. Merayakan hari raya
2. Mengikuti Ekaristi hari Minggu/wajib,
3. Pantang dan puasa,
4. Mengaku dosa setahun sekali, dan
5. Menerima Komuni Paskah. Perintah ini bertujuan membina pertumbuhan kasih kepada Allah dan sesama.
"Kita perlu percaya pada Kristus dan melakukan perintahNya supaya kita selamat. Tanda kita percaya adalah nomor satukan Kristus dalam kehidupan kita," ucap Uskup Mandagi sembari menyandingkan bacaan Injil 22 Maret Injil Yohanes bab 11:1-45 tentang 'Akulah Kebangkitan dan Hidup' yang mengisahkan tentang mukjizat Yesus membangkitkan Lazarus yang sudah mati hidup kembali.
Uskup Mandagi menegaskan, baik dalam masa puasa maupun dalam masa biasa, hendaknya tetap berbuat baik kepada sesama, menolong atau membantu yang membutuhkan, berpartisipasi dalam memenuhi kebutuhan gereja dan juga bertobat serta saling mengampuni.
Baca Juga: Belasan Terduga Pelaku Pencurian Kopra Dalam Kontainer Diamankan Polsek KPL Merauke
Ia juga menekankan, "Rajin berdoa dan ikut ibadah ke gereja supaya kita mampu menolak segala keinginan jahat. Roh Kudus menolong kita untuk membebaskan kekuatan jahat yang selalu melarang kita untuk tidak datang ke gereja, tidak berpuasa atau tidak bertobat dan berbuat baik," serunya.(Get)








0 Komentar
Komentar tidak ada