Merauke - Kenaikan harga kantong plastik mulai dikeluhkan masyarakat terutama pedagang maupun pelaku UMKM di Kota Merauke, Papua Selatan.
Pasalnya, pasca lebaran 2026,kantong plastik mulai terjadi kenaikan sekitar Rp5.000/pak. Dampaknya, sebagian pedagangpun ikut menaikan harga barang. Pedagang beras misalnya, beras terbaik dari harga sebelumnya Rp16.000/kg kini menjadi Rp17.000/kg. Penjual rujak buah, dari Rp20.000/mika naik menjadi Rp25.000/mika ukuran sedang.
Pemilik Toko Monggo Anim, Yulita Sirken yang menjual produk UMKM jenis camilan dan oleh-oleh Kota Rusa mengakui bahwa harga kantong plastik sudah naik.
Ia mengatakan, para UMKM akan mengalami kesulitan ketika harga terus merangkak naik. Sebagai pelaku UMKM ia berharap ada kebijakan atau perhatian dari pemerintah terkait kenaikan tersebut.
"Karena ini akan menyulitkan bagi kami pelaku UMKM. Jangan sampai bukan naik lagi tetapi lebih ke ganti harga," ucap Lita, sapaan sehari-hari, Rabu, (15/4/2026) di Merauke.
Sementara di kota lain, ada pedagang memberlakukan aturan, pembelian di bawah Rp5.000 tidak pakai kresek/kantong plastik.
Menanggapi ini, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan di berbagai plat form digital mengatakan, lonjakan terjadi karena ada kenaikan harga biji plastik/nafta yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah.
Plastik/nafta berasal dari bahan bakar fosil yang merupakan turunan minyak bumi yang diimpor dari luar dan saat ini pasokan bahan baku plastik global terganggu akibat perang tersebut.
Baca Juga: PELNI Merauke Sediakan Layanan RedPack untuk Pengiriman Barang
Pemerintah Indonesia sedang mencari sumber alternatif bahan pokok plastik dari negara lain untuk menormalkan kembali harga di dalam negeri, hanya saja membutuhkan waktu.(Get)








0 Komentar
Komentar tidak ada