Merauke - Setelah dibentuk, Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Provinsi Papua Selatan siap menghidupkan kembali permainan rakyat dan olahraga tradisional.
Berbekal Surat Keputusan Dewan Pengurus KPOTI Tingkat Pusat Nomor: SKEP/26/Pengurus-KPOTI/IV/2026, kepengurusan KPOTI Papua Selatan masa bakti 2025-2030 mulai menyusun langkah strategis untuk menghidupkan kembali warisan budaya tersebut.
Pihaknya mengawali komitmennya dengan Rapat Pleno Perdana KPOTI Papua Selatan yang dipimpin Ketua KPOTI Papua Selatan, Abraham Koibur, M.AP, bersama jajaran pengurus, membahas arah kebijakan organisasi sekaligus menetapkan program kerja prioritas tahun 2026 sebagai fondasi pengembangan olahraga tradisional selatan.
Dalam arahannya, Abraham Koibur menegaskan bahwa kehadiran KPOTI bukan sekadar organisasi olahraga, tetapi juga wadah pelestarian identitas budaya masyarakat Papua Selatan.
"Permainan rakyat dan olahraga tradisional merupakan bagian dari warisan budaya yang mengandung nilai-nilai kebersamaan, sportivitas, gotong royong, dan jati diri masyarakat. Jika tidak dijaga dan diwariskan kepada generasi muda, maka kekayaan budaya tersebut berpotensi hilang," ujarnya dalam rilis, Senin, (8/6/2026) di Merauke.

KPOTI Papua Selatan menetapkan lima tujuan strategis yang akan menjadi pedoman dalam menjalankan organisasi, yaitu:
1. Memperkenalkan KPOTI Papua Selatan kepada masyarakat secara luas.
2. Melestarikan permainan rakyat dan olahraga tradisional khas Papua Selatan agar tetap hidup dan berkembang.
3. Membangun sinergi dengan pemerintah daerah, sekolah, komunitas, dan berbagai elemen masyarakat.
4. Menumbuhkan kembali minat generasi muda terhadap permainan dan olahraga tradisional.
5. Mempromosikan budaya lokal melalui media digital, festival budaya, dan berbagai kegiatan edukatif.
Kemudian, ada empat program prioritas Tahun 2026.Program pertama adalah pengembangan media informasi dan promosi digital melalui pembuatan akun media sosial resmi KPOTI Papua Selatan yang akan menjadi sarana edukasi serta publikasi berbagai permainan rakyat kepada generasi muda.
Kedua, kajian dan inventarisasi permainan rakyat serta olahraga tradisional, yang bertujuan mendokumentasikan berbagai jenis permainan beserta nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
Ketiga, sosialisasi dan audiensi lintas sektor kepada pemerintah daerah dan berbagai instansi terkait, seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta satuan pendidikan di seluruh Papua Selatan.
Keempat, penyelenggaraan Festival Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Papua Selatan, yang direncanakan menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus ruang kompetisi yang menarik bagi masyarakat.
Pengurus mempresentasikan lima tujuan strategis dan program prioritas yang akan dilaksanakan untuk mendukung pelestarian permainan rakyat dan olahraga tradisional di Papua Selatan. Salah satu agenda utama yang menjadi perhatian dalam rapat pleno adalah pelaksanaan kajian dan inventarisasi permainan rakyat di empat kabupaten wilayah Provinsi Papua Selatan, yakni Kabupaten Merauke, Kabupaten Mappi, Kabupaten Asmat, dan Kabupaten Boven Digoel.
Melalui kegiatan ini, KPOTI Papua Selatan akan menurunkan tim khusus untuk melakukan penelusuran langsung ke kampung-kampung dan komunitas adat guna menggali kembali permainan tradisional yang mulai jarang dimainkan.
Tim akan melibatkan tokoh adat, tetua kampung, budayawan, serta masyarakat setempat untuk mendokumentasikan berbagai bentuk permainan tradisional yang masih tersisa maupun yang hampir punah di empat kabupaten cakupan.
Hasil inventarisasi tersebut nantinya tidak hanya dituangkan dalam bentuk laporan tertulis, tetapi juga dikembangkan menjadi Buku Induk Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Papua Selatan, lengkap dengan dokumentasi foto, video, tata cara permainan, nilai filosofis, hingga panduan pelaksanaan yang dapat digunakan sebagai bahan edukasi bagi generasi muda.
Selain melakukan pendataan, KPOTI Papua Selatan juga berkomitmen membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah dan dunia pendidikan agar permainan rakyat tidak hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi kembali hadir dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
Abraham Koibur berharap pemerintah daerah dapat memberikan ruang yang lebih besar bagi olahraga tradisional dalam berbagai agenda pembangunan budaya, pariwisata, dan kepemudaan. Di lingkungan sekolah, KPOTI mendorong agar permainan rakyat dapat diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran, ekstrakurikuler, maupun aktivitas olahraga.
Langkah ini diyakini mampu menjadi alternatif positif untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai sekaligus menanamkan nilai kerja sama, sportivitas, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya lokal.
Melalui Rapat Pleno Perdana ini, KPOTI Papua Selatan menegaskan komitmennya untuk menjadi motor penggerak pelestarian permainan rakyat dan olahraga tradisional di Tanah Anim Ha.
Dengan dukungan pemerintah, sekolah, komunitas adat, dan masyarakat luas, KPOTI optimistis berbagai warisan budaya tak benda yang dimiliki Papua Selatan tidak hanya dapat dipertahankan, tetapi juga berkembang menjadi kebanggaan daerah yang mampu tampil di tingkat nasional bahkan internasional.
Baca Juga: E-KITORANG TALENTA Papua Selatan Hadir Guna Perkuat Fondasi Manajemen ASN
"Melestarikan permainan rakyat berarti menjaga identitas budaya dan merawat ingatan kolektif masyarakat Papua Selatan untuk generasi yang akan datang," tutup Abraham Koibur.(Get)








0 Komentar
Komentar tidak ada