Merauke - Wakil Gubernur Papua Selatan, Paskalis Imadawa melantik Badan Pengurus Ikatan Pusat Pedagang Mama-Mama Asli Papua (IPPM2AP) periode 2026-2030 di Hotel Panda Merauke, Selasa, (9/6/2026) dan menegaskan kehadiran wadah ini mengakomodir kebutuhan pasar mama Papua.
Ikatan Pusat Pedagang Mama-Mama Asli Papua periode 2026-2030 diketuai oleh Frederika Debat Ndiken, Wakil Ketua Hubertus Aket, dan Dominggus selaku bendahara.
Momen tersebut, Wagub tekankan pengurus dan anggota IPPM2AP bekerja keras dan terus maju meski ada persoalan atau riak-riak yang terjadi. Perkuat komitmen untuk berkerja dengan setia penuh kerendahan hati. Sebab perjalanan mama-mama pasar cukup panjang, sebab selama ini mama-mama Papua hanya berjualan di pinggir jalan, emperan toko atau hanya saling pinjam tempat. Untuk itu Paskalis Imadawa harapkan dengan sangat bahwa kehadiran wadah ini mengakomodir kebutuhan pasar mama Papua.
"Ini butuh keberanian, pengurus yang ada harus berani, harus uji nyali dan siap berkorban. Kalau menyelamatkan orang susah, anda harus susah dan siap berkorban," tegas Wagup Paskalis dalam arahannya.

Wagup juga berharap kehadiran wadah IPPM2AP nantinya mampu memperjuangkan rumah pasar bagi mama Papua, salah satunya bermitra dengan pemerintah. "Kami dari pemerintah berkomitmen untuk mendorong IPPM2AP terus maju," kata Imadawa.
Menurutnya, untuk memperkuat ekonomi masyarakat Papua khususnya menyangkut jualan di pasar, perlu ada Perdasus yang memayungi mama-mama asli Papua, agar tidak terjadi monopoli perdagangan.
Baca Juga: Pemkab Merauke Pertahankan WTP ke-11 Atas Laporan Keuangan Tahun 2025
"Supaya sagu, kayu bakar, ikan rawa dan air tawar kasi orang asli yang jual karena mereka yang punya dusun. Kita harus memberdayakan orang asli Papua bagaiaman mereka bisa kuat dalam ekonomi," tandasnya.(Get)








0 Komentar
Komentar tidak ada