Berita Utama

135 Pasangan Katolik Merauke Disahkan dalam Nikah Massal

Merauke - Sebanyak 135 pasangan Katolik disahkan dalam perayaan nikah massal di Gereja Santa Maria Fatima Kelapa Lima, Merauke, Kamis (25/6/2026). Sakramen perkawinan tersebut dipimpin oleh Uskup Keuskupan Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC bersama para pastor pendamping.

Kegiatan ini diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Merauke dalam rangka memperingati Hari Keluarga Berencana Nasional Tahun 2026. Pernikahan massal ini bertujuan memberikan kepastian hukum serta perlindungan bagi pasangan suami istri dan keturunannya melalui pencatatan resmi negara.

Dalam homilinya, Uskup Mandagi menegaskan bahwa keluarga merupakan hal yang paling penting dan utama dalam kehidupan manusia. Ia menyampaikan bahwa pernikahan adalah sesuatu yang indah dan menakjubkan sehingga harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.

Menurutnya, di era modern banyak keluarga menghadapi berbagai tantangan, mulai dari krisis iman, kehilangan komitmen, hingga berbagai persoalan yang dapat merusak kehidupan perkawinan. Dampak terbesar dari keretakan keluarga, kata dia, sering kali dirasakan oleh anak-anak.

“Pernikahan adalah perbuatan Allah, bukan perbuatan manusia. Karena itu jangan dirusak. Hari ini ikatan cinta dan perkawinan diteguhkan menjadi ikatan pernikahan. Saya bangga dengan kalian semua, karena kalau keluarga baik maka masyarakat juga baik, kalau keluarga hancur, masyarakat juga akan hancur,” ujar Uskup Mandagi. 

Ia mengingatkan bahwa mempertahankan perkawinan bukan perkara mudah di zaman sekarang, karena banyak godaan dan tantangan yang dapat melemahkan hubungan suami istri. Namun, cinta, kesabaran, pengampunan, serta doa menjadi kekuatan utama dalam menjaga keutuhan keluarga.

“Cinta mengalahkan semua persoalan dan bertahan sampai akhir. Janji pernikahan harus dipegang teguh dan dipertahankan dengan sabar, murah hati, serta lemah lembut. Pengampunan adalah obat yang menyembuhkan keluarga,” katanya.

Uskup Mandagi juga menyampaikan sepuluh hal penting untuk menjaga keutuhan keluarga, yakni:

1. Sesibuk apa pun, tetap menyediakan waktu untuk pasangan.

2. Saling mendengarkan.

3. Saling memahami.

4. Tidak menyimpan dendam dan amarah.

5. Saling menolong, memaafkan, serta berterima kasih.

6. Saling percaya.

7. Terus memperjuangkan cinta.

8. Berbeda pendapat tanpa saling menyakiti.

9. Memperluas wawasan dengan membaca.

10. Saling memberi karena sharing is care.

Baca Juga: Lewat Jalur Aspirasi, Edoardus Kaize Serahkan Satu Unit Combine untuk Petani Padi

Uskup berharap para pasangan yang menerima sakramen perkawinan hari itu mampu menjadi keluarga yang kuat, harmonis, dan menjadi teladan bagi masyarakat Merauke.(Get)