Merauke – Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo merespons keluhan masyarakat terkait waktu tunggu dan keberangkatan bus ASN dari Kota Merauke menuju kawasan pemerintahan di Salor yang dinilai terlalu pagi.
Keluhan tersebut muncul karena keluarga ASN khawatir aparatur harus bangun sekitar pukul 02.00 atau 03.00 WIT untuk mengantre dan mendapatkan karcis bus. Bahkan, tidak semua ASN dapat memperoleh karcis karena jumlahnya terbatas.
Apolo mengatakan, bus ASN disediakan sebagai fasilitas bagi ASN maupun CASN yang belum memiliki kendaraan pribadi. Namun, waktu keberangkatan perlu dievaluasi agar tetap menyesuaikan dengan jam kerja ASN yang dimulai pukul 08.00 WIT.
“Jam kerja ASN itu kan kita jam 8 sudah masuk. Bus ASN itu tidak wajib orang harus ikut. Tapi bagi ASN atau CASN yang tidak punya kendaraan, kita fasilitasi,” kata Apolo saat dikonfirmasi media ini, Kamis, (27/8/2026) di Kantor Gubernur setempat.
Menurutnya, pemerintah akan menghitung kembali waktu tempuh perjalanan dari Kota Merauke menuju Salor untuk menentukan waktu keberangkatan yang lebih ideal. Dengan demikian, ASN tetap dapat tiba di tempat kerja sebelum jam kerja dimulai tanpa harus berangkat terlalu dini.
“Dengan menghitung jam 8 itu sudah masuk sini, berarti waktu perjalanan yang dibutuhkan kira-kira berapa jam. Jadi tarik mundur ke sana,” ujarnya.
Apolo mengatakan, evaluasi akan dilakukan dengan melihat secara langsung waktu tempuh perjalanan, termasuk dari kawasan Hotel Asmat menuju lokasi perkantoran di Salor.
“Nanti kita evaluasi lagi. Kalau memang terlalu pagi, mungkin nanti kita coba tes lagi. Kalau kita lihat jalan dari Hotel Asmat ke sini membutuhkan waktu berapa lama, mungkin range waktu itulah yang bisa kita pakai sebagai jam terakhir berangkat dari sana,” jelasnya.
Selain fasilitas transportasi, pemerintah juga telah mengusulkan pembangunan rumah dinas bagi ASN yang bertugas di kawasan Salor. Namun, rencana tersebut belum dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran, terlebih dengan adanya kebijakan efisiensi.
“Rumah dinas sudah kita usulkan, tapi anggaran pemerintah belum cukup untuk kita bangun, apalagi ada efisiensi,” katanya.
Apolo menambahkan, penataan kawasan pemerintahan dan penyediaan fasilitas bagi ASN membutuhkan proses secara bertahap. Ia mengibaratkan kondisi tersebut dengan perjalanan karier ASN yang dimulai dari CPNS, kemudian menjadi PNS hingga berkembang dalam jenjang jabatan.
Baca Juga: Bupati Yoseph Gebze Resmikan Asrama SMP Negeri Erambu Merauke
“Kita semua ini kan dulu pernah sama mengalami. Ini di seluruh Indonesia, bahkan mungkin di seluruh dunia. Kita tahapannya dari CPNS, dari PNS, kemudian berkarier dalam jabatan dan seterusnya,” pungkas Apolo.(Get)








0 Komentar
Komentar tidak ada