Berita Utama

Papua Selatan Bermazmur Jadi Momentum Perkuat Persatuan, Kedamaian dan Taat Hukum

Merauke – Kegiatan Papua Selatan Bermazmur yang digelar di kawasan Monumen Kapsul Waktu Merauke, Jumat (28/8/2026), menjadi momentum untuk mempererat persekutuan, persaudaraan, dan kebersamaan masyarakat di Papua Selatan.

Kegiatan yang mengusung semangat pemulihan moral dan spiritual menuju Papua Selatan yang damai dan taat hukum tersebut menghadirkan sejumlah pelayan firman dan pujian, yakni Pastor Alberto Jhon Kristoforus Bunay, Pr., PS Virgi Hutauruk, dan PS Jacqlien Celosse. 

Rangkaian kegiatan diisi dengan pujian, penyembahan, doa, serta pemberitaan firman Tuhan dalam semangat satu hati, satu persekutuan, dan satu semangat. Para pelayan firman dan pujian ini mengajarkan untuk baca kitab suci agar pikiran, hati, ucapan dan tingkah laku dituntun oleh firman Tuhan. 

Kegiatan tersebut digagas oleh Kepala Kejaksaan Negeri Merauke beserta jajaran sebagai bagian dari upaya memperkuat iman, persaudaraan, serta kedamaian di Papua Selatan.

Kepala Kejaksaan Negeri Merauke sekaligus Ketua Panitia Pelaksana Papua Selatan Bermazmur, Paris Manalu, mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial atau panggung pujian, tetapi merupakan ungkapan iman dan kerinduan masyarakat agar Papua Selatan semakin damai, rukun, dan harmonis serta sadar hukum.

“Kegiatan ini dilaksanakan sebagai momentum untuk mempererat persekutuan dan persaudaraan masyarakat Papua Selatan melalui pujian, penyembahan, doa dan pemberitaan firman Tuhan,” ujar Paris dalam laporannya di Lapangan Kapsul Waktu Merauke.

Menurutnya, Papua Selatan Bermazmur juga menjadi ruang bersama bagi pemerintah, gereja, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, dan seluruh masyarakat untuk membangun semangat kebersamaan sekaligus memperkuat komitmen menjaga kedamaian, persatuan, kerukunan, dan ketertiban di Papua Selatan yang dikuatkan melalui oenyampaian firman Tuhan dan pujian penyembahan.

Ia mengapresiasi antusiasme masyarakat yang hadir sejak rangkaian kegiatan dimulai. Kehadiran anak-anak, pemuda, orang tua, para pelayan Tuhan, tokoh masyarakat, serta seluruh umat menunjukkan besarnya kerinduan masyarakat untuk bersama-sama memuji Tuhan dan mendoakan tanah Papua Selatan.

“Apa yang kita lihat sore hari ini menunjukkan bahwa masyarakat Papua Selatan memiliki kerinduan yang besar untuk bersama-sama memuji Tuhan, berdoa bagi tanah ini, serta membangun kehidupan yang semakin damai dan harmonis,” katanya.

Paris menegaskan, Papua Selatan Bermazmur bukan sekadar kegiatan seremonial maupun panggung untuk menyampaikan pujian kepada Allah. Kegiatan tersebut merupakan ungkapan iman dan kerinduan agar Papua Selatan semakin damai, masyarakat semakin rukun, generasi muda memiliki masa depan yang baik, serta seluruh elemen masyarakat dapat berjalan bersama, saling menghormati dan menjaga.

Ia berharap nilai-nilai iman yang disampaikan dalam kegiatan tersebut tidak berhenti pada kegiatan ibadah, tetapi diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hal tersebut, kata Paris, sejalan dengan firman Tuhan dalam Kolose 3:16 yang mengajarkan agar perkataan Kristus tinggal dengan segala kekayaannya di dalam umat-Nya, sehingga umat dapat saling mengajar dan menegur dalam hikmat melalui mazmur, puji-pujian, dan nyanyian rohani.

“Firman ini mengajarkan kita bahwa pujian dan nyanyian rohani bukan hanya tentang suara dan musik, tetapi tentang bagaimana firman Tuhan tinggal di dalam hati kita dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa terselenggaranya Papua Selatan Bermazmur tidak terlepas dari kerja bersama seluruh pihak, baik panitia, pemerintah, gereja, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, maupun masyarakat.

Paris berharap semangat kebersamaan yang tercipta melalui kegiatan tersebut dapat terus dijaga dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Papua Selatan dalam membangun daerah yang aman, damai, rukun, dan penuh kasih.

Sementara itu, mewakili Bupati dan Wakil Bupati Merauke, Sekretaris Daerah Kabupaten Merauke, Yermias Paulus Ruben Ndiken, turut menyerukan pentingnya menjaga perdamaian dalam keberagaman serta meneladani firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Secara khusus ia berperan sekaligus mengajak masyarakat dan generasi orang asli Papua tidak pesimis atau menyerah melainkan berani bangkit untuk memperoleh hidup yang layak. 

Senada dengan itu, Staf Ahli Gubernur Papua Selatan Bidang Pengembangan Otsus, Soleman Jambormias, mengajak para pelajar dan seluruh peserta untuk membangun pola pikir positif, menjaga persaudaraan, serta bersama-sama menciptakan suasana damai di tengah masyarakat.

Soleman menilai kegiatan yang digagas Kejaksaan Negeri Merauke tersebut merupakan langkah positif untuk mengubah pola pikir masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih banyak melihat dan membicarakan hal-hal yang membangun serta berlandaskan iman kepada Allah.

“Program ini dibuat untuk mengubah pikiran kita yang negatif menjadi berpikir positif,” ujarnya.

Ia mengajak para pelajar membiasakan diri membicarakan hal-hal positif ketika berkumpul bersama teman, termasuk membicarakan masa depan dan berbagai hal yang dapat mendorong kemajuan.

Menurutnya, perkembangan media sosial saat ini menunjukkan bahwa informasi negatif sering kali mendapatkan perhatian jauh lebih besar dibandingkan prestasi maupun hal-hal positif.

“Kalau di media sosial orang punya prestasi yang ditampilkan, yang mengomentari itu cuma satu dua orang. Tapi kalau ada hal-hal negatif, dalam satu menit ribuan orang bicara,” katanya.

Karena itu, Soleman mengingatkan seluruh peserta agar tidak mudah menyakiti orang lain, merasa diri paling benar, maupun menyebarkan hal-hal negatif yang dapat merusak hubungan antarsesama.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Kejaksaan Negeri Merauke beserta seluruh jajaran panitia yang telah menggagas dan melaksanakan Papua Selatan Bermazmur.

“Kami percaya selesai talkshow ini semua yang hadir diubahkan. Hidup dengan suka cita, memberikan kedamaian bagi dirinya dan orang lain,” tuturnya.

Lebih lanjut, Soleman mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendoakan Papua Selatan dan para pemimpinnya agar diberikan kebijaksanaan dalam menjalankan tugas serta mengambil keputusan terbaik bagi masyarakat.

Ia menekankan, kritik terhadap pemimpin sebaiknya tetap disertai doa dan harapan agar para pemimpin memperoleh hikmat untuk membawa Papua Selatan semakin maju.

Baca Juga: Kejari Merauke Kirim Anak Berhadapan dengan Hukum ke Luar Daerah

Khusus kepada para pelajar yang hadir, Soleman berpesan agar mereka tidak kehilangan harapan terhadap masa depan. Namun segala sesuatu harus mengutamakan Tuhan, maka selebihnya Tuhan akan melengkapi.(Get)