Merauke - Tim Ekspedisi Patriot Mitra Universitas Gadjah Mada (UGM) mendorong penguatan dan keberlanjutan platform digital DigiPangan.id sebagai sarana untuk memperkenalkan serta memperluas akses pasar komoditas lokal dari kawasan transmigrasi Kabupaten Merauke.
DigiPangan.id merupakan platform digital yang dikembangkan Tim Ekspedisi Patriot UGM dalam kegiatan penelitian dan pendampingan di Kawasan Transmigrasi Muting, Kabupaten Merauke.
Kegiatan tersebut berlangsung selama kurang lebih empat bulan, mulai Agustus hingga November 2026, dengan mengusung tema “DigiPangan Merauke: Penguatan Kelembagaan Ekonomi dan Digitalisasi Rantai Pasok Komoditas Lokal.”
Platform tersebut dikembangkan sebagai etalase digital komoditas lokal, khususnya dari wilayah Muting, Ulilin, dan Elikobel. DigiPangan memuat informasi mengenai wilayah, petani, kelompok tani, hingga berbagai produk komoditas lokal yang dihasilkan masyarakat.
Melalui platform ini, masyarakat maupun calon pembeli dapat memperoleh informasi mengenai produk sekaligus mengetahui asal wilayah komoditas tersebut. Pengguna juga dapat terhubung secara langsung dengan petani melalui informasi kontak yang tersedia.
Selain sebagai media promosi, DigiPangan juga dirancang untuk mendukung digitalisasi usaha tani dan pengelolaan informasi komoditas lokal. Platform tersebut dilengkapi sistem pengelolaan data berdasarkan peran pengguna, mulai dari petani, Admin Distrik hingga Super Admin.
Dalam rangka mendukung keberlanjutan platform tersebut, Tim Ekspedisi Patriot UGM melakukan audiensi dan koordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Merauke.
Plt Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Merauke Abraham Koibur mengatakan, Diskominfo telah menerima kunjungan dari Tim Ekspedisi Patriot UGM. Dalam audiensi tersebut, tim menyampaikan latar belakang penelitian, tujuan pengembangan DigiPangan, serta gambaran platform yang telah dibangun sebagai bagian dari upaya mendukung digitalisasi dan penguatan rantai pasok komoditas lokal di kawasan transmigrasi.
'Koordinasi dengan Diskominfo dilakukan untuk memperkenalkan DigiPangan kepada Pemerintah Kabupaten Merauke, khususnya terkait peluang pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam mendukung promosi produk lokal," ujar Plt Kadis Kominfo, Selasa, (8/9/2026).

Tim berharap kolaborasi ini dapat mendukung keberlanjutan DigiPangan.id setelah masa penelitian dan pendampingan berakhir pada November 2026.
Kolaborasi tersebut tidak hanya diharapkan dalam aspek teknis pengelolaan website, tetapi juga mencakup pemanfaatan DigiPangan sebagai media informasi dan etalase digital komoditas lokal Merauke.
DigiPangan.id saat ini telah memiliki sejumlah fitur pengelolaan, di antaranya data wilayah, petani, kelompok tani, produk, berita, serta berbagai informasi lainnya yang dapat dikelola administrator sesuai dengan kewenangan masing-masing wilayah.
Baca Juga: Gerakan Pangan Murah Digelar, Harga Rica dan Bawang Lebih Murah dari Pasaran
Dengan adanya koordinasi dan peluang kolaborasi tersebut, DigiPangan diharapkan tidak berhenti sebagai bagian dari kegiatan penelitian selama empat bulan. Platform ini diharapkan dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan sebagai sarana digitalisasi informasi, promosi, sekaligus memperluas pengenalan dan akses pasar bagi komoditas lokal dari kawasan transmigrasi Kabupaten Merauke.(Get)








0 Komentar
Komentar tidak ada