Merauke - Di tengah keterbatasan armada distribusi, Perumda Air Minum Jereukom terus berupaya memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terdampak kekeringan melalui kerja sama lintas sektor dengan sejumlah pihak.
Direktur Perumda Air Minum Jereukom, Bambang Sudji, mengatakan pada akhir September 2026, pihaknya menjalin kerja sama dengan Brigif TP 83 Bugodi Kodam XXIV/Mandala Trikora untuk membantu penyaluran air bersih kepada masyarakat.
Dalam kolaborasi tersebut, Perumda Air Minum Jereukom bertanggung jawab menyediakan pasokan air, sementara pihak Brigif membantu menyiapkan kendaraan untuk mendukung proses distribusi. Armada yang dikerahkan terdiri atas satu unit mobil tangki air dan dua unit mobil pemadam kebakaran.
"Kerja sama ini dilakukan untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan pasokan air bersih, salah satunya di kawasan SP 8, Distrik Tanah Miring," kata Bambang, Kamis, (15/10/2026).
Selain itu, kolaborasi lintas sektor juga dilakukan dalam pendistribusian air bersih di sejumlah wilayah perkotaan, termasuk Jalan Ampera 4 dan kawasan Gudang Arang. Dalam kegiatan tersebut, Perumda bekerja sama dengan berbagai pihak, di antaranya Himpunan Pengusaha Depot Air Minum (HIMPESDA), Balai Wilayah Sungai (BWS), serta unsur terkait lainnya.
Bambang menjelaskan, sinergi dengan berbagai pihak menjadi langkah penting untuk mengatasi kendala distribusi, terutama ketika kebutuhan air bersih masyarakat meningkat di tengah kondisi kekeringan. Dengan dukungan armada dari mitra, jangkauan pelayanan diharapkan dapat diperluas meskipun sarana distribusi yang dimiliki Perumda masih terbatas.
Melalui kerja sama tersebut, Perumda Air Minum Jereukom berupaya memastikan masyarakat terdampak kekeringan tetap memperoleh akses terhadap air bersih, sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi persoalan ketersediaan air di Kabupaten Merauke.
Direktur PDAM menginformasikan bahwa berdasarkan data Perumda Air Minum Jereukom, jumlah pelanggan tercatat lebih dari 5.000 pelanggan. Namun, pelanggan yang masih aktif menggunakan layanan sekitar 3.289 pelanggan, sedangkan sisanya berstatus tidak aktif.
Pihak Perumda berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap pembenahan sistem jaringan perpipaan dan penambahan sarana pendukung pelayanan air bersih.
Pembenahan tersebut dinilai penting agar distribusi air dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan, sekaligus menjaga tekanan dan debit air tetap memadai hingga ke pelanggan, terutama ketika Merauke menghadapi puncak musim kemarau.
Baca Juga: Armada Tangki Terbatas, Antrean Permintaan Meningkat di PDAM Merauke
“Harapan kami, ada perhatian dari pemerintah untuk membenahi sistem jaringan sehingga masyarakat yang benar-benar membutuhkan bisa terjangkau. Pada puncak musim kemarau, tekanan dan debit air juga diharapkan tetap normal sampai ke pelanggan,” tutupnya.(Get)








0 Komentar
Komentar tidak ada