Berita Utama

Bupati Merauke Segera Cek Kondisi Warga Distrik Waan yang Kesulitan Air Bersih

Merauke - Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze, akan segera mengecek kondisi masyarakat di Distrik Waan yang dilaporkan mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kekeringan. 

Bahkan, warga terpaksa menggali tanah untuk memperoleh air dan mengonsumsi air yang tidak sehat demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Yoseph mengaku hingga saat ini belum menerima laporan resmi dari kepala distrik terkait kondisi yang dialami masyarakat tersebut. Padahal, laporan mengenai kondisi dan penanganan bencana di wilayah distrik biasanya disampaikan melalui kepala distrik sebagai perangkat pemerintahan yang berada langsung di bawah koordinasinya.

"Karena itu, saya akan segera melakukan konfirmasi kepada kepala distrik untuk memastikan kondisi yang terjadi di lapangan. Apabila memang ditemukan kondisi seperti yang disampaikan, tentu akan segera kita tindak lanjuti," ujar Bupati Merauke, Kamis, (5/11/2026). 

Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Merauke tidak hanya fokus pada penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), tetapi juga mengantisipasi ancaman kekeringan yang semakin dirasakan masyarakat.

Menurutnya, fenomena El Nino tidak hanya berdampak pada kekeringan, tetapi juga meningkatkan potensi terjadinya kebakaran. Karena itu, kedua persoalan tersebut perlu diantisipasi secara bersamaan.

"Kami akan mengecek kondisi masyarakat di Distrik Waan. Jika memang membutuhkan bantuan air bersih atau penanganan lainnya, pemerintah daerah akan segera mengupayakan pendistribusian bantuan," jelasnya.

Terkait ketersediaan sumber air, Yoseph menyebutkan bahwa sebelumnya pemerintah telah membangun bendali atau embung di wilayah tersebut. Namun, kemungkinan air yang tertampung telah tercampur air asin sehingga tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.

Karena itu, pemerintah daerah akan kembali mengecek kondisi bendali tersebut sekaligus mengupayakan pembangunan fasilitas penampungan air di wilayah yang membutuhkan.

Hal serupa juga menjadi perhatian pemerintah untuk wilayah Padua dan Tabonji yang turut mengalami kesulitan mendapatkan air saat musim kemarau.

Sementara masyarakat di Kimaam saat ini sudah cukup terbantu dengan keberadaan dua bendali di dekat bandara yang menjadi sumber air utama warga.

Selain penanganan melalui pemerintah daerah, Yoseph mengatakan pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua Selatan untuk membangun kolaborasi dalam penanganan bencana, termasuk persoalan kekeringan.

Ia menambahkan, saat ini pemerintah daerah telah membuka posko penanganan bencana di Gedung Negara. Keberadaan posko tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan mempercepat penanganan berbagai kondisi bencana di lapangan sehingga tidak sampai menimbulkan korban.

Posko tersebut tidak hanya menjadi pusat informasi dan penanganan kebakaran hutan dan lahan, tetapi juga menerima laporan terkait kekeringan serta kondisi bencana lainnya. Seluruh informasi akan dimonitor oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan dilaporkan kepada bupati.

Baca Juga: Paket Gemarikan Program Aspirasi Sulaeman Hamzah Disalurkan Kepada Masyarakat Rimba Jaya

"Apabila ada laporan atau informasi mengenai kondisi masyarakat seperti yang disampaikan tadi, saya akan segera melakukan pengecekan silang agar kondisi di lapangan dapat segera diketahui dan dikendalikan," pungkasnya.(Get)