Merauke - Ketua KTNA Papua Selatan, Sukarmin mengutarakan bahwa budidaya tanaman jagung lebih cocok di tanah tinggi bukan daerah rawa sehingga hasilnya lebih maksimal.
Dikatakan, Merauke merupakan hamparan rawa luas sehingga menurutnya akan lebih cocok untuk menanam padi sedangkan jagung hanya di beberapa wilayah yang kondisi tanahnya lebih tinggi.
Untuk itu banyak petani masih memilih menanam padi ketimbang jagung. Selain itu menunggu panen jagung membutuhkan waktu cukup lama dan membuat petani lebih memilih tanam padi.
"Dari kacamata KTNA khusus di Kampung Semangga sebagian sudah ada yang menanam jagung tapi karena jagung ini umurnya panjang dan membutuhkan waktu yang panjang maka warga memilih tanam jagung manis yang durasi waktunya hampir 1 bulan sudah bisa panen dari pada jenis jagung lainnya," terang Sukarmin, Jumat, (9/1/2026) di Merauke.
Namun ada juga petani yang berada pada kontur tanah lebih tinggi mulai menanam jagung yang bisa diserap Bulog Merauke. Hanya saja ada kecenderungan petani memilih tanaman yang lebih menghasilkan dengan perawatan yang mudah.
"Tanaman jagung ini akan bagus selagi tidak tenggelam atau terendam air," katanya.
Baca Juga: Pangdam XXIV/Mandala Trikora Dorong Prajurit Mandiri Pangan di Perbatasan
Kondisi inilah yang membuat petani Merauke belum banyak yang tertarik untuk bertani jagung dan lebih prioritas pada tanaman padi.(Get)








0 Komentar
Komentar tidak ada