Berita Utama

Kampung Waninggap Kai Merauke Jadi Lokasi Tanam Serentak Program Cetak Sawah Rakyat

Merauke - Kampung Waninggap Kai, Distrik Semangga Kabupaten Merauke jadi lokasi tanam serentak percepatan cetak sawah rakyat (CSR) seluas 721 hektare yang dibuka secara zoom oleh Wamentan dipusatkan di Kalimantan Selatan untuk 10.000 hektar seluruh Indonesia.

Pembukaan tanam serentak 10.000 hektar ini berlangsung Kamis, (9/4/2026) diikuti Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze, Pj Swasembada Pangan Papua Selatan, Oeng Anwarudin, Kadis Pertanian Papua Selatan, Paino Kadis Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Merauke, Yosefa Rumaseu penyuluh, petani dan pihak terkait. 

Sambil menunggu zoom dimulai, Bupati Merauke menyampaikan data Pertanian Merauke; bahwa tahun 2024 luas panen capai 47.169 hektar, tahun 2025 meningkat 79.434 hektar atau selisih sebesar 32.295 hektar, atau 68,40?.

Produksi padi di tahun 2024 sebanyak 258.626 ton, di tahun 2025 meningkat jadi 430.521 ton. Selisih sekitar 171.894 ton dengan persentasi 64,46?.

"Ini, angka-angka yang dicapai berdasarkan kerja keras dan kerjasama seluruh pihak, dari pemerintah pusat sebagai yang menginisiasi program tetapi juga ada pimpinan, dinas di provinsi, kabupaten dan seluruh pihak hingga petani. Ini sinergi yang harus terus kita bangun," kata Bupati Merauke di lokasi tanam perdana CSR. 

Lanjut dikatakan, produksi beras per/ton untuk tahun 2024 sebanyak 124.355 ton. Tahun 2025 sebanyak 200.007 ton dengan selisih 82,652 ton atau 66,45?.

"Inilah data kita Kabupaten Merauke yang secara nasional ada target-target yang ditetapkan oleh pemerintah pusat, sehingga kita terus berproses dari waktu ke waktu. Khusus untuk 2025 ada progres cetak sawah rakyat, yaitu land clearing 17.000 lebih hektar, land leveling 14.000 hektar, olah lahan 6.401,17 hektar. Yang sudah ditanam 3.053 hektar. Lalu dari Oktober 2025-April 2026, untuk reguler sebanyak 75 hektare, Oplah A 1.421,75 hektar, Oplah B, 96,50 hektar. Kemudian Cetak Sawah Rakyat seluas 1.822 hektar, sehingga total keseluruhan 3.418 hektar."

"Kalau dijumlah dari Oktober hingga April, 48.811 hektar. Dan tahun ini kita diberikan target dua kali lipat dari tahun lalu. Berarti selain cetak sawah atau Oplah, kita juga harus melakukan penanaman yang diharapkan meningkat dari waktu ke waktu, supaya kita bisa menjawab target secara maksimal. Tantangan bagi kita adalah dengan luasan yang dikasi itu, kita sudah harus bekerja keras untuk penuhi target dari pemerintah pusat. Untuk hari ini, kita akan tanam 721 hektar," ujar Yoseph. 

Baca Juga: Prajurit TNI Lanud JA Dimara Diharapkan Lebih Merakyat dan Hindari Berbagai Kasus

Untuk diketahui, dalam program CSR ini, penanaman menggunakan drone. Penanaman padi dengan drone adalah teknik modern untuk menebar benih secara otomatis, cepat, dan merata, yang mampu mencakup 25 hektar dalam sehari, jauh lebih cepat daripada metode manual. Drone diatur via remote untuk menebar benih dengan pola dan kecepatan terukur, meningkatkan efisiensi lahan.(Get)