Merauke - Pemerintah Provinsi Papua Selatan terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat penerapan sistem merit dan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui pelaksanaan rapat tonggak sejarah tujuan jangka pendek Perubahan Proyek E-KITORANG TALENTA: Transformasi Penataan ASN Papua Selatan Berbasis Kompetensi dan Kearifan Lokal.
Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Gubernur Papua Selatan tersebut dipimpin oleh Bramantya Wardana, S.AP, selaku Reformer Proyek Perubahan yang menjabat sebagai Sekretaris BKPSDM Provinsi Papua Selatan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan implementasi manajemen talenta tidak hanya ditentukan oleh tersedianya aplikasi digital, tetapi juga oleh kesiapan regulasi, kelembagaan, dan kualitas data ASN yang akurat sebagai dasar pengambilan keputusan kepegawaian.
“Melalui E-KITORANG TALENTA, kami ingin membangun ekosistem manajemen talenta yang objektif, transparan, dan berbasis kompetensi, namun tetap menghargai karakteristik dan kearifan lokal Papua Selatan,” ujarnya, Senin, (8/6/2026) di Salor.
Fokus milestone, pertama, Penyusunan SK Tim Penilaian Kinerja Manajemen Talenta Salah satu agenda utama rapat adalah pembahasan dan pembagian tugas dalam rangka penyusunan Surat Keputusan (SK) Gubernur tentang Tim Penilaian Kinerja Manajemen Talenta ASN Provinsi Papua Selatan.
Tim ini nantinya akan berperan strategis dalam melakukan penilaian dan validasi terhadap data kinerja, kompetensi, potensi, serta rekam jejak ASN yang menjadi dasar dalam pemetaan talenta.
Milestone kedua, Penyusunan Roadmap Manajemen Talenta Pergub. Selain pembahasan SK Tim Penilaian Kinerja, peserta rapat juga mendalami penyusunan Peraturan Gubernur tentang Roadmap Manajemen Talenta ASN Provinsi Papua Selatan sebagai payung hukum pelaksanaan manajemen talenta secara berkelanjutan.
Roadmap tersebut dirancang sebagai pedoman strategi dalam pengelolaan talenta ASN mulai dari tahapan identifikasi, pemetaan, pengembangan kompetensi, suksesi jabatan, hingga penempatan ASN sesuai kebutuhan organisasi.
Rapat juga membahas logo E-KITORANG TALENTA beserta filosofi yang terkandung di dalamnya. Logo tersebut dirancang sebagai simbol transformasi pengelolaan ASN Papua Selatan yang modern, inklusif, dan berorientasi pada pengembangan potensi sumber daya manusia.
Kata “Kitorang” yang merupakan bahasa sehari-hari masyarakat Papua memiliki makna kebersamaan, kolaborasi, dan rasa memiliki. Sementara kata “Talenta” mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam mengelola ASN berdasarkan kompetensi, potensi, dan kinerja.
Diskusi menarik dalam rapat juga mengemuka terkait harmonisasi antara kebijakan Otonomi Khusus (Otsus) dengan implementasi Sistem Merit dan Manajemen Talenta ASN.
Para peserta sepakat bahwa pelaksanaan sistem merit di Papua Selatan harus mampu mengakomodasi amanat Otonomi Khusus, khususnya dalam pengembangan dan pemberdayaan Orang Asli Papua (OAP), tanpa mengabaikan prinsip profesionalitas, kompetensi, dan objektivitas sebagaimana diamanatkan dalam manajemen ASN.
"Melalui pendekatan tersebut, E-KITORANG TALENTA diharapkan menjadi model inovasi yang mampu menjembatani kebutuhan afirmasi OAP dengan prinsip meritokrasi dalam birokrasi modern."
Persiapan milestone 3: Pemetaan dan Profiling ASN. Sebagai langkah lanjutan, rapat juga mempersiapkan pelaksanaan milestone 3 , yaitu kegiatan pemetaan dan profiling ASN pada tiga perangkat daerah sampel, yakni:
• BKPSDM Provinsi Papua Selatan
• Dinas Sosial Provinsi Papua Selatan
• Biro Tata Pemerintahan Setda Provinsi Papua Selatan.
Kegiatan ini menghasilkan database bertujuan talenta ASN yang memuat informasi kompetensi, kinerja, potensi, pendidikan, pengalaman jabatan, serta rekam jejak pegawai sebagai dasar penyusunan talent pool Pemerintah Provinsi Papua Selatan.
Melalui gambaran tersebut, pemerintah daerah diharapkan dapat memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai ketersediaan talenta ASN untuk mendukung pemenuhan strategi jabatan dan perencanaan suksesi kepemimpinan birokrasi di masa depan.
Kemudian, mendorong Terobosan Reformasi Birokrasi Perubahan E-KITORANG TALENTA menjadi salah satu inovasi inovatif yang tengah dikembangkan dalam rangka mendukung reformasi birokrasi dan penguatan sistem merit di Papua Selatan. Melalui integrasi regulasi, kelembagaan, digitalisasi data, serta pengembangan talenta ASN, proyek ini diharapkan mampu menghadirkan birokrasi yang lebih adaptif, profesional, dan berdaya saing.
Baca Juga: Pelaksanaan Operasi Patuh Cartenz 2026 di Merauke Ditunda
Dengan dimulainya pelaksanaan tonggak sejarah tujuan jangka pendek ini, Pemerintah Provinsi Papua Selatan optimis dapat membangun fondasi manajemen talenta yang kuat sebagai langkah menuju terwujudnya ASN unggul, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan pembangunan daerah di masa mendatang.(Get)








0 Komentar
Komentar tidak ada