Merauke - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Merauke terus memberikan pendidikan pemilih kepada masyarakat, khususnya generasi muda yang akan menjadi pemilih pada Pemilu mendatang.
Pada Jumat, 11 September 2026, KPU Kabupaten Merauke melaksanakan sosialisasi kepemiluan kepada pemilih pemula di SMA Negeri 1 Merauke. Kegiatan tersebut menyasar para siswa yang rata-rata berusia sekitar 16 tahun.
Komisioner KPU Kabupaten Merauke Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat, Yenderson Victor Bilik, mengatakan pendidikan pemilih penting diberikan sejak dini agar para siswa memiliki pemahaman mengenai kepemiluan sebelum mereka menggunakan hak pilih.
“Ini menyasar pemilih pemula. Mereka rata-rata berusia 16 tahun, sehingga diharapkan nanti pada Pemilu 2029 mereka sudah akan memilih dan juga masuk ke pemilu-pemilu selanjutnya,” ujar Victor di Aula SMA Negeri 1 Merauke.

Menurutnya, pemilih pemula perlu mendapatkan pengetahuan mengenai pemilu secara umum maupun mekanisme kepemiluan secara khusus. Dengan demikian, mereka diharapkan mampu menjadi pemilih yang cerdas dan berintegritas.
“Harapannya mereka menjadi pemilih yang cerdas, pemilih yang berintegritas. Ini akan semakin memperkuat demokrasi di Merauke secara khusus dan Indonesia secara umum,” katanya.
Victor menyebut para siswa cukup antusias mengikuti kegiatan tersebut. Materi sosialisasi diselingi dengan kuis-kuis berhadiah sehingga peserta mengikuti penyampaian materi dengan saksama.
Ia menjelaskan, kegiatan pendidikan pemilih tidak hanya menyasar siswa sekolah. KPU Merauke juga berencana melaksanakan sosialisasi kepada kalangan mahasiswa dan masyarakat umum.
“Pada dasarnya kami mungkin akan ke kampus dan juga masyarakat umum. Beberapa saat yang lalu, di bulan lalu kami melaksanakan sosialisasi kepada para tokoh agama di Kabupaten Merauke dan sekitarnya,” jelasnya.
Menurut Victor, pendidikan pemilih tetap perlu dilakukan meskipun saat ini KPU belum memiliki agenda pelaksanaan pemilu maupun Pilkada dalam waktu dekat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pemahaman masyarakat mengenai demokrasi secara berkelanjutan.
“Menyesuaikan dengan anggaran yang ada, sosialisasi atau pendidikan pemilih kepada masyarakat maupun pemilih pemula tetap berjalan, meskipun KPU sendiri belum ada agenda pelaksanaan pemilu dan Pilkada,” ujarnya.
Adapun materi yang paling ditekankan kepada pemilih pemula adalah pemahaman mengenai mekanisme pemilu serta persyaratan untuk menjadi pemilih.
Hal tersebut dinilai penting agar para siswa dapat mempersiapkan diri sebelum memasuki usia yang memenuhi syarat untuk menggunakan hak pilihnya.

“Kita tekankan bagaimana mereka bisa memahami mekanisme pemilu sendiri seperti apa dan syarat-syarat menjadi seorang pemilih di pemilu seperti apa, sehingga mereka bisa mempersiapkan diri nantinya,” kata Victor.
Selain memahami teknis pemilu, KPU juga mendorong pemilih pemula agar tidak bersikap apatis terhadap proses demokrasi. Mereka diharapkan memiliki kepedulian dan kesadaran untuk berpartisipasi dalam setiap agenda demokrasi.
Baca Juga: Stok Tersisa 1.700 Ton, Bulog Merauke Datangkan 5000 Ton Beras dari Luar Daerah
“Harapannya mereka menjadi generasi yang tidak apatis, tetapi betul-betul peduli dengan demokrasi. Mereka diberikan pemahaman kenapa kita harus mengikuti pemilu dan kenapa kita harus menjadi pemilih dalam pemilu,” pungkasnya.(Get)








0 Komentar
Komentar tidak ada