Merauke - Sejak awal tahun 2026, Yayasan Kali Maro Bangkit memulai pendampingan terhadap perempuan Suku Kanume yang bermukim di Dusun Sambleber, Distrik Sota, Kabupaten Merauke.
Pendampingan diawali dengan serangkaian kunjungan dan diskusi bersama ketua kelompok serta para pemilik hak ulayat untuk mengidentifikasi potensi pangan lokal, terutama hutan sagu dan berbagai komoditas tradisional yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.
Melalui sejumlah pertemuan yang berlangsung secara kekeluargaan, disepakati perlunya membentuk kelompok tani yang fokus mengembangkan pangan lokal khas Suku Kanume. Dalam proses tersebut, ada 50 kelompok terbentuk bahakan sudah didampingi sejak awal Januari 2026 juga mengharapkan dukungan dari berbagai pihak, khususnya Pemerintah Daerah.
Direktur Yayasan Kali Maro Bangkit (Pendamping Kelompok), Jossefin Iriani Kewamijai mengatakan, kesempatan itu hadir saat pelaksanaan agenda reses Anggota DPR Afirmasi Provinsi Papua Selatan, Victoria Diana Gebze. Melalui koordinasi yang dilakukan Yayasan Kali Maro Bangkit, anggota dewan mengunjungi kelompok di Dusun Sambleber dan menerima berbagai aspirasi masyarakat, salah satunya pengembangan lahan pangan lokal.
Kelompok tersebut kemudian merencanakan budidaya sejumlah varietas kumbili yang berasal dari wilayah Papua Nugini, yaitu Markai Nai, Njell, Sant, Wananai, dan Njarung. Selain itu, akan dikembangkan pula komoditas lokal lainnya seperti singkong, keladi, sagu, serta cabai. Sebagai tindak lanjut, kelompok resmi dibentuk dengan nama Local Food Kanum Tribe.
Magdalena Gaminjai dipilih sebagai Ketua Kelompok Perempuan, sedangkan Charles Urop terpilih sebagai Ketua Kelompok laki-laki. Mereka memiliki visi menjadi petani lokal yang mengelola tanah adat dengan mengembangkan pangan khas Suku Kanume.
Menurut kelompok, pemilihan komoditas kumbili bukan tanpa alasan. Kumbili merupakan makanan adat yang memiliki nilai budaya tinggi bagi Suku Kanum dan selalu hadir dalam berbagai pesta adat maupun kegiatan budaya di Distrik Sota.
"Oleh karena itu, pelestarian dan pengembangannya diharapkan mampu menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat perbatasan RI-PNG," ujar Direktur Yayasan Kali Maro Bangkit dalam rilis, Sabtu, (11/7/2026).
Harapan yang telah diperjuangkan masyarakat Dusun Sambleber selama bertahun-tahun mulai terwujud melalui berbagai bantuan hasil aspirasi reses, berupa peralatan pertanian seperti, cangkul, sekop, garuk rumput, parang, mesin semprot rumput, serta obat pembasmi gulma. Bantuan tersebut menjadi modal awal untuk mengelola lahan seluas sekitar lima hektare.
Tidak hanya berfokus pada pertanian, kelompok juga memiliki target jangka panjang menjadikan kawasan tersebut sebagai destinasi wisata alam berbasis budaya dan pangan lokal. Untuk mendukung rencana tersebut, Direktur Yayasan Kali Maro Bangkit, Jossefin Iriani Kewamijai, melakukan koordinasi dengan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Merauke. Hasilnya, kelompok memperoleh dukungan berupa satu unit traktor John Deere yang akan dimanfaatkan dalam pengolahan lahan.
Atas berbagai dukungan tersebut, Kelompok Local Food Kanum Tribe menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Direktur Yayasan Kali Maro Bangkit, Anggota DPR Afirmasi Provinsi Papua Selatan Victoria Diana Gebze, serta Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Merauke yang telah memberikan perhatian terhadap pengembangan pangan lokal di wilayah perbatasan.
Kelompok menargetkan penanaman perdana berbagai komoditas pangan lokal pada September 2026. Pengembangan kebun dan kawasan wisata alam ini diharapkan mampu meningkatkan perekonomian anggota kelompok sekaligus masyarakat Kampung Sota dan Distrik Sota secara umum.
Saat ini, Yayasan Kali Maro Bangkit juga terus berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pariwisata, serta berbagai instansi lainnya guna mendukung pengembangan kawasan wisata alam berbasis pangan lokal.
Baca Juga: Babinsa Koramil 1707-02/Merauke Dampingi Pembangunan Empat Jembatan Aramco di Waninggap Say
Selain itu, kelompok juga berharap mendapat dukungan dari Kodim 1707/Merauke berupa pembangunan sumur bor dan fasilitas MCK untuk menunjang kebutuhan masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Dusun Sambleber.(Get)








0 Komentar
Komentar tidak ada