Merauke - Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Provinsi Papua Selatan terus memberikan bantuan obat-obatan kepada Kabupaten Merauke sejak terjadinya pemalangan di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke. Namun, bantuan tersebut hanya bersifat terbatas karena stok yang dimiliki provinsi merupakan buffer stock untuk melayani empat kabupaten di provinsi tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan, dr. Herlina, menjelaskan bahwa sebagian besar obat program, seperti obat tuberkulosis (TB), kusta, serta vaksin, telah didistribusikan pemerintah pusat melalui provinsi ke gudang farmasi masing-masing kabupaten sesuai perencanaan kebutuhan sejak awal tahun.
"Ini yang menjadi kesulitan kami karena obat-obatannya sebenarnya sudah ada, tetapi posisinya berada di gudang farmasi Kabupaten Merauke yang tidak bisa diakses. Kami bisa membantu, tetapi jumlahnya terbatas karena harus melayani empat kabupaten, terutama untuk obat program dan vaksin," kata dr. Herlina saat dikonfirmasi, Selasa (21/7/2026).
Ia mengatakan, vaksin yang menjadi kebutuhan Kabupaten Merauke juga telah tersimpan di gudang farmasi tersebut. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran karena vaksin memiliki masa simpan yang terbatas dan berisiko kedaluwarsa apabila pemalangan berlangsung lama.
"Yang kami khawatirkan, vaksin yang ada di gudang farmasi Kabupaten Merauke bisa kedaluwarsa, sementara stok vaksin yang ada di provinsi juga sangat terbatas," ujarnya.
Menurut dr. Herlina, persoalan yang paling mendesak adalah tidak dapat diaksesnya obat-obatan program yang sudah tersedia di gudang farmasi kabupaten. Ia berharap permasalahan pemalangan segera diselesaikan agar distribusi obat kembali normal dan pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Merauke tidak terganggu.
Saat ini, lanjutnya, pemerintah sedang mengintensifkan berbagai program kesehatan, seperti eliminasi malaria, eliminasi kusta, serta target penurunan kasus tuberkulosis hingga 50 persen dalam lima tahun. Upaya tersebut berpotensi terhambat apabila obat-obatan program tidak dapat disalurkan kepada fasilitas kesehatan.
Meski demikian, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk meminta tambahan pasokan obat guna mengantisipasi kekurangan selama akses ke gudang farmasi Kabupaten Merauke masih tertutup.
"Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat apakah memungkinkan mendapatkan tambahan dropping obat dalam kondisi seperti ini. Namun yang tetap kami khawatirkan adalah obat-obatan yang sudah berada di gudang farmasi Kabupaten Merauke bisa kedaluwarsa jika pemalangan berlangsung cukup lama," jelasnya.
Dr. Herlina menambahkan, setelah koordinasi dengan pemerintah pusat, Papua Selatan telah memperoleh tambahan pasokan obat kusta yang dapat didistribusikan ke Kabupaten Merauke.
Baca Juga: Dinkes Merauke Desak Polisi Segera Buka Palang Kantor, Distribusi Obat Terganggu
"Harapan saya persoalan tanah ini bisa segera diselesaikan sehingga masyarakat, baik yang berada di wilayah perkotaan maupun kampung-kampung terpencil, tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik," pungkasnya.(Get)








0 Komentar
Komentar tidak ada