Merauke - Harga beras di Kabupaten Merauke mulai mengalami kenaikan secara bertahap sebagai dampak gagal panen yang dialami sebagian petani akibat musim kemarau.
Berdasarkan pantauan media ini, sejumlah pedagang mengaku stok beras dari petani mulai berkurang karena kesulitan memperoleh pasokan.
"Untuk beras dari petani sementara ini tidak ada, karena gagal panen," ujar salah seorang pedagang beras di samping Pasar Wamanggu yang enggan disebutkan namanya saat dikonfirmasi, Rabu (5/8/2026).
Ia mengatakan, beras yang sebelumnya dijual dengan harga paling murah sekitar Rp13.000 per kilogram kini sudah tidak tersedia. Saat ini, harga beras berkisar antara Rp14.000 hingga Rp16.000 per kilogram, sedangkan beras merah dijual seharga Rp18.000 per kilogram.
Pedagang lain juga mengakui stok beras terus menipis sehingga harga diperkirakan akan terus mengalami kenaikan apabila pasokan belum kembali normal.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Merauke, Joseva Rumaseuw, membenarkan bahwa kekeringan yang melanda sejumlah lahan persawahan berpotensi menyebabkan gagal panen.
Kondisi tersebut dipicu oleh terbatasnya ketersediaan air untuk mengairi sawah selama musim kemarau.
Baca Juga: Mengurangi Antrean Panjang, Merauke Perlu Terapkan Sistem Ganjil Genap di SPBU
Meski demikian, pemerintah daerah terus berupaya melakukan berbagai langkah untuk meminimalkan dampak kekeringan dan membantu petani menghadapi kondisi tersebut.(Get)








0 Komentar
Komentar tidak ada