MERAUKE — Tim 10 Ekspedisi Patriot Salor sukses menyelenggarakan Pelatihan Pengolahan Pati Sagu Semi-Mekanis di Balai Kampung Ivimahad pada Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong difusi inovasi teknologi tepat guna, khususnya penerapan mesin parut dan mesin peras, untuk mengakselerasi efisiensi pengolahan sagu di kawasan transmigrasi Salor, Merauke.
Pelatihan ini dihadiri oleh berbagai elemen penggerak desa, mulai dari guru, Penyuluh Pertanian Lapang (PPL), hingga masyarakat lokal Kampung Ivimahad. Suasana pelatihan, baik pada sesi pemaparan materi maupun praktik, terpantau sangat hidup dan interaktif. Diskusi yang mengalir diawali dengan sesi dari Kepala Bidang Perkebunan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP), Ariadi Widiyantoni (Pak Toni). Meski forum sempat berjalan intens di awal, suasana tetap kondusif dan konstruktif. Antusiasme warga semakin terlihat nyata saat memasuki sesi materi dan praktik yang dibawakan oleh Dosen IPB University, Agief Julio Pratama.
Kehadiran teknologi pengolahan sagu ini mendapat sambutan yang sangat positif dari warga setempat. Plasidus Mahuze, salah satu warga Kampung Ivimahad, menyatakan dukungan penuhnya terhadap program introduksi teknologi ini.
"Bantuan teknologi seperti ini yang dibutuhkan oleh masyarakat, karena dengan teknologi, masyarakat bisa lebih cepat dalam mengolah sagu," ungkap Plasidus pada sesi diskusi.
Merespons antusiasme warga, Pak Toni mewakili DTPHP menegaskan bahwa pemerintah siap mengulurkan tangan dan memfasilitasi kebutuhan para petani sagu di lapangan.
"Kami dari Dinas siap memberikan bantuan secara langsung kepada masyarakat, tinggal sampaikan saja CPCL (Calon Petani Calon Lokasi)-nya, kami bisa langsung turunkan," tegas Pak Toni, yang secara langsung membuka peluang kolaborasi nyata antara masyarakat dan pemerintah.

Lebih dari sekadar transfer wawasan, pelatihan ini terbukti berhasil menjadi katalisator yang menjembatani komunikasi langsung antara masyarakat akar rumput dengan dinas terkait. Dalam sesi praktik, masyarakat berkesempatan turun langsung mengoperasikan mesin parut dan peras, yang secara langsung melatih keterampilan psikomotorik mereka.
Keberhasilan program ini juga terukur secara akademik. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test yang dilakukan oleh penyelenggara, tercatat adanya peningkatan pada aspek kognitif dan afektif para peserta.
Baca Juga: Pemkab Merauke Dorong Satu Posko Terpadu Karhutla Se-Papua Selatan
Pengetahuan komprehensif dari hulu ke hilir ini tidak hanya berhenti di Balai Kampung Ivimahad. Pemahaman dan pengalaman yang didapat diproyeksikan menjadi bekal berharga bagi para guru dan PPL yang hadir, untuk kemudian ditularkan kepada siswa-siswi di sekolah serta masyarakat luas demi mewujudkan komoditas sagu lokal yang mandiri dan berdaya saing.







0 Komentar
Komentar tidak ada