Berita Utama

Cegah Kanker Serviks, Ada Vaksinasi HPV Bagi Perempuan di Loka POM Merauke

Merauke - Dalam rangka HUT ke-25 Badan POM, Dewan Korpri Nasional bekerjasma dengan Badan POM melaksanakan program sejuta vaksin HPV (Human Papillomavirus) bagi ASN dan masyarakat pada tanggal 28 Januari 2026 serentak seluruh Indonesia.

Untuk kelancaran program vaksinasi ini, Loka POM Merauke termasuk yang ditugaskan memfasilitasi para ASN dan masyarakat yang mau divaksin minimal 100 orang peserta.

Pendaftaran paling lama 20 Januari dengan syarat:

1. Peserta merupakan ASN, keluarga ASN dan masyarakat usia 15-60 tahun

2. Peserta dalam keadaan sehat, tidak hamil serta istirahat cukup

3. Membayar biaya vaksin HPV sebesar Rp290.000/orang

4. Link Pendaftaran:

http://bit.ly/PendaftaranVaksinHPVLokaPOMMerauke

Waktu pelaksanaan vaksinasi pada 28 Januari jam 08.00 WIT di Loka POM Merauke. Narahubung 081247640077/085244957601

"Kita di UPT diwajibkan memfasilitasi bagi ASN dan masyarakat yang mau melakukan vaksin," terang Kepala Loka POM Merauke, Minarto, Kamis, (15/1/2026).

Harapannya setelah vaksin HPV, perlindungan kekebalan tubuh semakin kuat dan risiko terhadap kanker servis semakin kecil. Untuk itu bagi kaum hawa diharapkan untuk memanfaatkan kesempatan ini karena harganya cukup terjangkau untuk kesehatan organ intim.

Dikatakan, kanker serviks adalah kanker yang tumbuh di leher rahim atau kanker rahim. Penyebabnya karena adanya infeksi kuman atau virus Human Papillomavirus (HPV) yang berisiko tinggi dan menetap dalam jangka waktu panjang. Untuk itu perempuan harus divaksin dari usia 15-60 tahun yakni mereka yang sehat, tidak hamil, atau tidak sedang sakit.

"Kanker serviks ini merupakan penyebab kematian kedua setelah kanker payudara. Jadi kalau sudah sampai stadium 4 itu sudah sulit, sehingga program ini sangat bagus karena sejak dini sudah diberikan anti body tubuh HPV," ucap Minarto.

Kanker serviks bisa terjadi pada perempuan yang pola hidup kurang sehat terutama seks bebas atau ganti-ganti pasangan. Kemudian, adanya hubungan seksual di usia muda masih belia dimana alat reproduksinya belum maksimal sehingga terjadi iritasi kemudian virus masuk dan daya tahan tubuh lemah.

"Penyebabnya adalah adanya kuman atau virus HPV, berlangsung lama dan tidak sembuh dengan sendirinya. Memang virus ini menular melalui seksual, dan pola hidup tidak sehat. Selain itu ada faktor X karena kanker itu sampai sekarang penyebabnya tidak secra mutlak kita bisa jelaskan tetapi risiko tinggi," terangnya lagi.

Baca Juga: Bupati dan Wabup Merauke Serahkan DPA Tahun Anggaran 2026

Untuk memastikannya, kaum perempuan disarankan melakukan Pap smear yakni prosedur pemeriksaan leher rahim (serviks) wanita untuk mendeteksi dini perubahan sel abnormal yang berpotensi menjadi kanker serviks, dengan mengambil sampel sel serviks untuk dianalisis di laboratorium.(Get)