Berita Utama

Ratusan Siswa Ikut Adu Kemampuan Melalui Ajang O2SN Tingkat Kabupaten Merauke

Merauke - Ratusan siswa dari tingkat SD, SMP dan SMA/SMK di Kabupaten Merauke antusias mengadu kemampuan dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tahun 2026 yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke. 

Sebanyak 234 siswa ini mengikuti empat cabang olahraga yang dilombakan pada O2SN yaitu atletik, pencak silat/karate, renang dan badminton kurang lebih dilombakan selama dua hari yang tersebar 3 venue yakni Gor Hiad Sai untuk cabor Pencak Silat dan Karate, Waterpark Seringgu untuk Cabor renang dan badminton dan Stadion Musamus diperuntukkan untuk cabang olahraga Atletik.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke Romanus Kande Kahol melalui kordinator lomba Florianus Yosep Senda mengatakan, empat mata lomba yang digelar ini menjadi primadona dan digemari oleh peserta O2SN serta menghadirkan wasit dan juri yang telah bersertifikasi dan memiliki lisensi.

Flori menyapaikan, khusus Cabor atletik terdapat 4 nomor yang diperlombakan yaitu lari, lompat, lempar dan tolak peluru. Untuk tingkat SD atau Kids’ Atletic memiliki kriteria yang berbeda dengan tingkat SMP dan SMA/SMK karena program olahraga atletik ini dimodifikasi khusus untuk anak-anak (umumnya SD) guna mengembangkan keterampilan dasar lari, lompat, dan lempar dengan cara menyenangkan, aktif, dan aman. 

Program ini bertujuan meningkatkan kebugaran jasmani, kecepatan, kelincahan, daya tahan, serta memupuk bakat muda sejak dini melalui permainan. Sementara untuk Tingkat SMP, SMA/SMK terdapat 2 nomor yaitu lari 400 meter dan 800 meter serta lompat jauh. 

"Untuk lempar cakram dan tolak peluru venuenya akan dilaksanakan di lapangan SMK Santo Antonius Merauke. Kita rencanakan kalu di sini cepat selesai kita selesaikan hari ini, mengingat cuaca sehingga dilaksanakan hingga pukul 15.00 WIT dan perlombaan akan dilanjutkan pada esok hari,” kata Flori di lapangan atletik Musamus Merauke, Senin, (11/5/2026).

Khusus Cabor renang berlangsung di Waterpark Seringgu, memperlombakan empat gaya dengan kriteria masing-masing atlit hanya dapat mendaftar untuk 2 gaya dengan jarak 100 meter.

Baca Juga: Lima Bulan Belum Dibayarkan TPP, Dokter Spesialis RSUD Merauke Mogok Pelayanan

Ia menyebut ada satu mata lomba yang tidak dilombakan yaitu cabang olahraga panjat tebing, karena selain di Merauke belum memiliki venue yang representative, juga belum mempunyai wasit dan juri yang berlisensi sehingga diputuskan Cabor ini tidak dilombakan.(Get)