Merauke – Selain mengurangi konsumsi gula, masyarakat juga diminta rutin melakukan aktivitas fisik sebagai salah satu upaya menjaga kadar gula darah tetap terkendali dan mencegah diabetes mellitus.
Demikian disampaikan oleh dr. Andris, Sp. PD dalam edukasi kesehatan guna peningkatan pemahaman masyarakat mengenai diabetes melitus yang disampaikan belum lama ini RS Bunda Pengharapan Merauke.
Dokter menjelaskan bahwa aktivitas fisik secara rutin, termasuk berolahraga selama sekitar 30 menit, dapat membantu mengendalikan kadar gula darah.
“Harus ada aktivitas fisik dalam 30 menit, untuk mengendalikan gula darah supaya tidak naik,” jelasnya.
Selain aktivitas fisik, masyarakat juga diingatkan untuk mengelola stres. Kondisi stres yang berlebihan dapat turut memengaruhi kondisi tubuh dan kadar gula darah.
Ia juga secara khusus mengingatkan masyarakat, terutama para laki-laki, agar tidak merokok. Kebiasaan merokok dinilai dapat meningkatkan berbagai risiko gangguan kesehatan dan memperburuk kondisi pasien yang sudah memiliki diabetes.
“Jangan merokok. Itu bisa menyebabkan terjadinya gula darah. Ada prosesnya,” ujarnya.

Menurutnya, pencegahan diabetes perlu dilakukan secara menyeluruh melalui aktivitas fisik, menghindari rokok, mengelola stres, serta menerapkan pola makan yang sehat dan seimbang.
Masyarakat juga dianjurkan untuk rutin melakukan pemeriksaan kadar gula darah. Pemeriksaan secara berkala penting dilakukan untuk mengetahui kondisi gula darah sehingga apabila terjadi peningkatan dapat segera ditangani.
Dalam penerapan pola makan bagi penderita diabetes, terdapat tiga hal utama yang perlu diperhatikan, yakni jumlah, jenis, dan jadwal makanan.
Jumlah makanan disesuaikan dengan kebutuhan kalori masing-masing individu. Kebutuhan tersebut dapat berbeda antara satu orang dengan orang lainnya sehingga perlu diperhitungkan berdasarkan kondisi tubuh dan kebutuhan energi.
Sementara itu, jenis makanan berkaitan dengan kualitas dan komposisi makanan yang dikonsumsi. Masyarakat tidak hanya perlu memperhatikan jumlah atau porsi makanan, tetapi juga memastikan komposisinya tetap seimbang.
“Diet diabetes itu dengan pola makan. Ada jumlah, jenis dan jadwal makanan. Jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan kalori,” ucapnya.
Sedangkan jadwal berkaitan dengan waktu makan yang disesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan pola konsumsi masing-masing.
Ia juga memperkenalkan panduan sederhana dalam mengatur komposisi makanan, yakni memperbanyak konsumsi sayur dan buah serta membagi porsi makanan antara protein dan karbohidrat.
Baca Juga: PLN UP3 Merauke Nyalakan Listrik Keluarga Ibu Erma Gebze Lewat Program Light Up the Dream
Sumber karbohidrat, lanjutnya, tidak hanya berasal dari nasi, tetapi juga dapat berasal dari pangan lain seperti ubi. Melalui penerapan pola makan seimbang, aktivitas fisik secara rutin, pemeriksaan gula darah, serta menghindari rokok dan mengelola stres, masyarakat diharapkan dapat menekan risiko diabetes sekaligus mencegah munculnya komplikasi.(Get)








0 Komentar
Komentar tidak ada