Berita Utama

Kemarau Panjang, Minat Petani Merauke Tanam Hortikultura Mulai Menurun

Merauke- Kekurangan air akibat musim kemarau panjang membuat petani padi di Kabupaten Merauke beralih menanam tanaman hortikultura untuk memenuhi kebutuhan hidup setelah menghadapi ancaman gagal panen padi.

Namun, memasuki September 2026, minat petani untuk menanam sayuran mulai menurun. Kondisi tersebut disebabkan persediaan air yang semakin menipis, bahkan sebagian petani sudah tidak memiliki sumber air untuk mengairi tanaman.

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Merauke, Haji Sukarmin, mengatakan sebelumnya petani masih antusias beralih ke tanaman hortikultura karena masih memiliki persediaan air dari kolam, embung maupun galian.

“Sebelumnya petani masih antusias untuk beralih ke tanaman hortikultura, namun di September ini sudah berkurang, karena susah, tidak ada air sama sekali. Kalau kemarin masih ada simpanan air kolam, embung, atau di galian sehingga bisa bertahan untuk menanam hortikultura untuk menggantikan hasil panen padi yang gagal untuk bertahan hidup,” terang Sukarmin, Senin, (14/9/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi petani yang harus berjuang sejak musim tanam hingga panen. Berbagai persoalan harus dihadapi, mulai dari ketersediaan air, pupuk, serangan hama hingga kondisi cuaca yang tidak menentu.

Sukarmin menyampaikan, petani sebenarnya sudah terbiasa menghadapi berbagai tantangan dalam usaha pertanian. Namun, persoalan yang paling memprihatinkan adalah ketika petani harus tetap memenuhi kewajiban cicilan kredit di bank, sementara hasil panen tidak sesuai harapan.

“Yang paling miris harus menghadapi cicilan kredit di bank,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, kondisi gagal panen dan berkurangnya hasil pertanian membuat petani kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Padahal, selain biaya produksi, petani juga harus memikirkan kebutuhan keluarga, termasuk biaya pendidikan anak-anak.

“Belum lagi kebutuhan sehari-hari, anak sekolah dan lain-lain yang hanya berharap dari hasil panen,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya sangat mengharapkan adanya kebijaksanaan dari pihak perbankan agar dapat memberikan penangguhan cicilan kredit bagi petani yang terdampak kondisi kemarau dan gagal panen.

Baca Juga: Pemkab Merauke Segera Perbaiki Wadah Penyimpanan Kapsul 7 Mimpi Anak Bangsa

Menurutnya, kebijakan tersebut penting untuk membantu meringankan beban petani, sehingga mereka memiliki ruang untuk bertahan dan kembali mempersiapkan usaha pertanian ketika kondisi air mulai membaik.(Get)