Merauke - Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 06 IPB University mendampingi mama-mama Papua dari Kampung Urumb dan Matara, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, mengembangkan produk olahan padi hingga mempelajari strategi pemasaran.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 21–23 Oktober 2026, di Balai Kampung Matara ini melibatkan 30 peserta yang merupakan ibu-ibu PKK kampung lokal. Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem bisnis pengolahan padi di Distrik Semangga.
Pada hari pertama, peserta belajar mengolah nasi menjadi dua produk, yakni rengginang dan pempek nasi-ikan. Mereka mengikuti tahapan pembuatan hingga mencicipi hasil olahan dan mengevaluasi rasa serta teksturnya.

Hari kedua, peserta mendapatkan pelatihan pengemasan dan pelabelan produk yang disampaikan Amadea Sampepadang, S.H., CPS. Materi meliputi pemilihan kemasan, kebersihan, informasi label, serta pengenalan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan PIRT.
Selanjutnya, pada Jumat, (23/10), peserta mempelajari strategi pemasaran, mulai dari menentukan harga jual, menghitung keuntungan, mengenali calon pembeli, hingga memilih saluran penjualan.
Sebanyak 30 peserta dibagi menjadi lima kelompok untuk mengikuti simulasi penjualan menggunakan stan mini. Mereka berlatih menawarkan produk, melayani pembeli, menerima pembayaran, memberikan uang kembalian, dan mencatat transaksi secara manual.
Salah satu peluang pemasaran yang diperkenalkan adalah kawasan wisata Pantai Anasai, baik melalui penjualan langsung, pembukaan stan sederhana, maupun penitipan produk di kios.
“Kalau sudah bisa membuat produknya, kami juga perlu tahu bagaimana cara menjualnya. Dari latihan ini kami belajar menentukan harga, berbicara dengan pembeli, dan menghitung hasil penjualan,” ujar salah seorang peserta.
Ketua Tim TEP 06 IPB University menyampaikan bahwa pelatihan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan mengolah bahan pangan, tetapi juga membekali masyarakat dengan pengetahuan untuk mengembangkan usaha.

“Yang ingin dibangun adalah proses yang berkelanjutan. Masyarakat tidak hanya memiliki keterampilan membuat produk, tetapi juga memahami bagaimana produk itu dipersiapkan dan dipasarkan,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, mama-mama dari Kampung Urumb dan Matara diharapkan mampu memanfaatkan potensi padi menjadi produk bernilai ekonomi. Peserta juga didorong menyusun rencana pemasaran sederhana, seperti berjualan langsung, membuka stan bersama, atau menitipkan produk kepada pemilik kios.
Baca Juga: Suara Hati ASN: Aplikasi BUS ASN Hadir Diharapkan Tidak Lagi Ada Pembatasan Kuota dan Kursi
Pendampingan tersebut menjadi langkah awal TEP 06 IPB University dalam mendorong pengembangan usaha berbasis potensi pertanian lokal, dari proses pengolahan hingga produk dapat diperkenalkan kepada pasar.(Get)








0 Komentar
Komentar tidak ada