Merauke - Penumpukan kontainer di area bongkar muat Pelabuhan Merauke hingga kini belum terurai.
Pasalnya, volume kontainer terus bertambah sedangkan ruang gerak semakin terbatas. Sementara upaya bersama yang sudah dibahas berulang bersama Pemkab Merauke belum juga membuahkan hasil dan dirasa bertele-tele.
Kepala Cabang PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) Merauke, Puji Hermoko kembali menyuarakan perlunya pembangunan depo 2 peti kemas di luar pelabuhan untuk mengatasi kepadatan lapangan penumpukan, serta menyoroti tingginya dwelling time (waktu tunggu) kapal akibat terbatasnya area bongkar muat di Pelabuhan Merauke.
Ia mendesak Pemkab Merauke lebih cepat memeprsiapkan lahan milik pemerintah yang berada di sekitar Pelabuhan Perikanan Nusantara supaya kondisi penumpukan kontainer bisa lebih cepat terurai.
Dalam pertemuan bersama antara perusahaan pelayaran, KSOP, Pelindo dan Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze serta pihak terkait telah mendapatkan angin segar bahwa Pemerintah Kabupaten Merauke mengizinkan lahan milik Pemkab untuk dijadikan lini dua sebagai tempat kontainer. Tetapi belum ada tanda-tanda dan kepastian waktu lahan tersebut digunakan dan disewakan.
"Ini sudah mendesak, kalau kapal sampai berlabuh 10 hari dan kegiatan bongkar muat sampai satu minggu, ya pengusaha- pengusaha shipping (perusahaan pelayaran/logistik) yang nanti lama-lama akan hancur, karena biaya tambahan," ujar Hermoko, Jumat, (17/4/2026) di Merauke.

Belum lagi, lanjut Hermoko, ada kapal tol laut yang selalu minta diprioritaskan karena ada surat Dirjen Opalah. "Akhirnya kita sudah berlabuh sudah satu minggu, kapal tol laut datang otomatis kita tidak bisa sandar, tunggu tol laut sandar, bongkar. Padahal muatan tol laut hanya sedikit saja, yang lainnya juga komersil, ini perlu dikaji ulang," ujarnya lagi.
Hermoko kembali menegaskan Pemkab segera bertindak agar pemakaian lahan untuk depo 2 kontainer secepatnya terealisasi. Sebab lahan tersebut akan disewakan tentu menambah dan menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD) untuk Kabupaten Merauke di tengah efisiensi anggaran pusat ke daerah.
Baca Juga: Efisiensi Tidak Menghalangi Langkah BWS Membersihkan Drainase
"Tapi sudah berapa bulan kita meeting-meeting dan hasilnya juga belum kelihatan. Kemarin saya ketemu pak bupati katanya masih dibahas dengan dinas-dinas terkait. Kalau sudah dimeetingkan dengan dinas terkait tolong segera undang kami stakeholder pelabuhan biar kita adakan diskusi besar. Kita sendiri dari Spill juga mau sewa lahan di Transito karena dekat pelabuhan tapi masih terhambat perizinannya," tandas Hermoko.(Get)








0 Komentar
Komentar tidak ada