Merauke - Tujuh anak buah kapal (ABK) KM Sinar Bahari 55 yang sempat diamankan otoritas Papua Nugini (PNG) setelah kapal mereka hanyut melintasi batas negara kini dipulangkan ke Indonesia.
Kepala Badan Pengelola Perbatasan Kabupaten Merauke, Rekianus Samkakai, menjelaskan para ABK bukan ditangkap karena melakukan penangkapan ikan secara ilegal, melainkan mengalami musibah akibat kerusakan mesin yang menyebabkan kapal terbawa arus hingga memasuki wilayah PNG.
"Kapal berangkat dari Merauke pada 25 April 2026. Saat berada di wilayah perbatasan, mesin kapal mengalami kerusakan dan karena cuaca buruk serta ombak besar, kapal terseret masuk ke wilayah Papua Nugini," ujar Rekianus setibanya di Bandara Mopah Merauke, Jumat, (3/7/2027).
Kapal tersebut memasuki wilayah PNG pada 7 Mei 2026 dan kemudian diamankan oleh patroli setempat. Selanjutnya ketujuh ABK diserahkan kepada pihak imigrasi Papua Nugini untuk diproses pemulangannya ke Indonesia.
Rekianus mengatakan, proses serah terima dilakukan di Jayapura, dari petugas Imigrasi Papua Nugini kepada Pemerintah Indonesia yang diwakili Pemerintah Kabupaten Merauke.
"Saat ini baru satu ABK yang bisa kami bawa pulang ke Merauke atas nama Akbar. Enam ABK lainnya dijadwalkan kembali pada hari Sabtu karena keterbatasan tiket penerbangan," katanya.
Ia menjelaskan biaya perjalanan dari Port Moresby hingga Jayapura ditanggung oleh pemilik atau pengurus kapal, sedangkan tiket penerbangan dari Jayapura ke Merauke menjadi tanggung jawab keluarga masing-masing ABK.
Sementara itu, Akbar menambahkan KM Sinar Bahari 55 dinakhodai oleh Andi Umar, mereka berada di Papua Nugini sekitar dua bulan lebih sejak kapal mereka diamankan.
"Kurang lebih dua bulan satu minggu kami di sana. Alhamdulillah selama diamankan perlakuannya baik," ujar Akbar.
Ia menegaskan keberadaan mereka di wilayah PNG murni akibat musibah, bukan karena sengaja memasuki perairan negara tetangga untuk menangkap ikan. Namun kapal tersebut ditinggalkan dan tenggelam.
"Mesinnya rusak. Waktu itu kami juga sempat dikejar patroli. Tiba-tiba mesin mati total sehingga kapal tidak bisa bergerak lagi," ujarnya.
Setelah kapal tidak lagi dapat beroperasi, seluruh awak dievakuasi oleh petugas patroli Papua Nugini ke kapal patroli. KM Sinar Bahari 55 kemudian ditinggalkan di lokasi.
Baca Juga: Polsek Merauke Kota Amankan Dua Terduga Pelaku Pencurian BBM Subsidi di Muram Sari
"Kami tinggalkan kapalnya. Kami diambil oleh tentara naik ke kapal patroli," katanya.
Andi menambahkan, tidak ada barang-barang yang sempat diselamatkan karena kapal akhirnya tenggelam.(Get)








0 Komentar
Komentar tidak ada