Merauke – Pemerintah Kabupaten Merauke menerima kedatangan sekitar 240 peserta Tim Ekspedisi Patriot yang diutus oleh Kementerian Transmigrasi untuk mendukung pengembangan kawasan transmigrasi di Kabupaten Merauke.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Merauke, Kleopas Ndiken menyampaikan, 240 mahasiswa tersebut akan ditempatkan di dua kawasan transmigrasi, yakni Kawasan Muting dan Kawasan Salor.
Kawasan Muting mencakup empat distrik, yaitu Distrik Sota, Elikobel, Muting, dan Ulilin. Sementara Kawasan Salor meliputi Distrik Semangga, Tanah Miring, Kurik, Animha, dan Malind, dengan Distrik Jagebob sebagai wilayah penyangga.
"Setiap kawasan akan ditempati sekitar 120 peserta, sehingga total ada kurang lebih 240 peserta yang hari ini telah tiba dan hadir di Merauke," ujarnya di Auditorium Merauke, Rabu, (5/8/2026).
Ia menjelaskan, Ekspedisi Patriot merupakan program Kementerian Transmigrasi yang kini memasuki tahun kedua pelaksanaan. Tahun sebelumnya program serupa juga telah dilaksanakan di Merauke, dan tahun ini kembali diikuti mahasiswa dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Selama kurang lebih empat bulan ke depan, para peserta akan tinggal bersama masyarakat di lokasi penugasan untuk melakukan pendampingan dan penyusunan konsep pengembangan kawasan transmigrasi.
Menurutnya, kehadiran Tim Ekspedisi Patriot bertujuan mengidentifikasi potensi daerah, menyusun konsep, serta merancang strategi pembangunan kawasan transmigrasi secara menyeluruh, khususnya di sembilan distrik yang menjadi lokasi kegiatan.

"Hasil dari kegiatan ini nantinya diharapkan menjadi masukan bagi Kementerian Transmigrasi dalam merancang pembangunan Merauke, baik pembangunan wilayah maupun pembangunan sumber daya manusianya, tanpa mengesampingkan masyarakat asli sebagai pemilik negeri ini," katanya.
Ia menambahkan, konsep transmigrasi saat ini telah mengalami perubahan. Pengembangan kawasan transmigrasi tidak lagi hanya berfokus pada penempatan penduduk, tetapi diarahkan pada pembangunan kawasan yang berkelanjutan dengan melibatkan dan memberdayakan masyarakat lokal.
Di Kabupaten Merauke sendiri, program transmigrasi telah berlangsung sejak 1965, dimulai di wilayah Kumbe, kemudian berkembang pada periode 1980 hingga 1990-an. Dari total 179 kampung di Kabupaten Merauke, sebanyak 63 kampung merupakan eks kawasan transmigrasi, sedangkan 116 kampung merupakan kampung asli yang dihuni masyarakat adat Malind.
Mewakili Bupati Merauke, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Beni Malik menyambut kedatangan peserta Ekspedisi Transmigrasi Patriot dan mengajak seluruh peserta untuk berkolaborasi bersama masyarakat dalam mendukung pembangunan kawasan transmigrasi di Kabupaten Merauke.
"Kehadiran saudara-saudara merupakan sebuah kehormatan sekaligus wujud nyata semangat pengabdian untuk ikut membangun kawasan transmigrasi dan memperkuat pembangunan, khususnya di wilayah timur Indonesia," ujarnya.
Menurutnya, Kabupaten Merauke memiliki potensi besar di sektor pertanian, peternakan, perikanan, serta berbagai sumber daya alam lainnya. Potensi tersebut membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki semangat, inovasi, dan kemampuan berkolaborasi dengan masyarakat setempat.
Seluruh peserta diharapkan dapat belajar dari kearifan lokal, menghormati adat dan budaya masyarakat, serta membangun hubungan yang harmonis dengan warga selama menjalankan pengabdian.
Lanjut kata Beni, Ekspedisi Transmigrasi Patriot di Distrik Salor dan Muting tidak hanya menjadi kegiatan pengabdian jangka pendek, tapi melahirkan berbagai inovasi yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan ekonomi lokal, peningkatan kualitas pelayanan, serta terwujudnya kawasan transmigrasi yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.
Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan program yang telah dirintis oleh tim sebelumnya agar dapat diteruskan oleh peserta yang baru.
Baca Juga:
"Kami berharap program-program yang telah berjalan dapat disinergikan dan dilanjutkan sehingga memberikan hasil yang berkelanjutan bagi masyarakat," ujarnya.(Get)








0 Komentar
Komentar tidak ada