Berita Utama

DLH Merauke Dorong Kolaborasi Tangani Sampah di Pantai Lampu Satu

Merauke - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Merauke mendorong kolaborasi lintas sektor untuk mengatasi persoalan sampah di kawasan wisata Pantai Lampu Satu yang setiap hari ramai dikunjungi masyarakat, terutama pada sore hari.

Kepala DLH Merauke, Dominikus Catur Rizal mengatakan kawasan tersebut memiliki potensi wisata yang besar, namun di sisi lain juga menjadi salah satu titik penghasil sampah yang cukup tinggi. Karena itu, penanganannya tidak dapat dilakukan oleh DLH sendiri, melainkan membutuhkan kerja sama dengan Dinas Pariwisata, pemerintah kelurahan, serta masyarakat.

"Kalau kita bisa berkolaborasi, saya yakin persoalan sampah di Lampu Satu bisa ditangani lebih baik. Kami sendiri masih memiliki keterbatasan, baik dari sisi tenaga maupun armada, karena fokus utama kami adalah pelayanan pengangkutan sampah rumah tangga," ujarnya, Jumat, (7/8/2026). 

Menurutnya, kendala yang dihadapi tidak hanya keterbatasan kendaraan operasional, tetapi juga kondisi armada yang sudah tua serta terkadang adanya hambatan pada operator maupun pengemudi.

DLH juga menilai kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga kebersihan kawasan wisata. Apabila masyarakat sekitar ikut berpartisipasi menjaga kebersihan, Pantai Lampu Satu akan tetap menjadi destinasi yang nyaman bagi pengunjung.

Terkait penyediaan tempat sampah atau kontainer di kawasan wisata, DLH mengaku masih berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata. Permintaan penempatan kontainer di sejumlah ruang publik cukup banyak, namun ketersediaan sarana masih terbatas.

Selain itu, penempatan kontainer di tempat umum dinilai memiliki konsekuensi lain, yakni dapat mengurangi minat masyarakat untuk berlangganan layanan pengangkutan sampah. Padahal, layanan tersebut juga menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Kami tetap mendorong masyarakat untuk berlangganan layanan sampah, sehingga pengelolaan sampah dapat berjalan lebih tertib sekaligus mendukung peningkatan PAD," katanya saat berada di Pantai Lampu Satu Merauke. 

Dikatakan, di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), DLH saat ini hanya mengandalkan satu unit ekskavator sebagai alat berat utama. Sebelumnya terdapat ekskavator dan dozer yang telah digunakan selama hampir 12 tahun, namun kondisinya sudah tidak lagi layak dioperasikan. Sementara itu, satu unit mini ekskavator digunakan untuk mendukung operasional di TPS.

Untuk armada pengangkut sampah, DLH memiliki sekitar 14 hingga 16 unit truk, termasuk truk amrol. Meski demikian, jumlah tersebut dinilai belum mencukupi untuk melayani kebutuhan pengangkutan sampah di seluruh wilayah Merauke.

Baca Juga: Jelang HUT ke 1 Kodam Mandala Trikora Jajaran TNI Gandeng Berbagai Pihak Bersihkan Sampah

"Permintaan pelayanan terus meningkat, sementara sebagian besar armada, khususnya dump truck, sudah berusia tua dan membutuhkan peremajaan agar pelayanan kepada masyarakat dapat lebih optimal," pungkasnya.(Get)