SEKOLAH SATU ATAP WASUR PERLU MENDAPATKAN PERHATIAN SERIUS.

Segenap Anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Merauke diminta untuk menjadi ibu asuh bagi anak – anak Papua sebagai wujud perhatian dan kepedulian terhadap pendidikan khususnya bagi anak – anak asli Papua. Demikian Ketua  Dharma Wanita Persatuan  Kabupaten Merauke Ny. A. Yomkondo kepada seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Merauke, ketika mengadakan anjangsana ke SMP Satu Atap Wasur pada Sabtu 23 Februari 2013. Dikatakan, sebagai ibu asuh kita harus senantiasa mendampingi mereka atau menyumbangkan segenap pikiran yang bermanfaat guna mendukung kelancaran serta kemajuan di sekolah tersebut.  Karena untuk mencapai sebuah kesuksesan tentunya harus didukung dari berbagai pihak melalui berbagai bentuk perhatian dan kepedulian.

Dalam kegiatan anjangsana tersebut Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Merauke menyerahkan bantuan berupa makanan, pakaian layak pakai, serta peralatan kebun untuk digunakan oleh anak – anak murid yang mengenyam pendidikan pada sekolah tersebut. Selain sebagai wujud kepedulian, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menjalin tali kasih dengan memperhatikan anak – anak asli Papua dengan harapan mencerdaskan kehidupan bangsa, serta mengatasi berbagai kesulitan hidup yang mereka alami. Bantuan tersebut langsung diterima Kepala SMP Satu Atap Wasur Merauke,     Sergius Womsiwor.

Menyinggung mengenai tenaga pendidik yang ada di SMP Satu Atap Wasur Merauke menurut  Sergius Womsiwor kendala yang dihadapi adalah minimnya tenaga pendidik, menyebabkan anak – anak asli Papua tidak mampu bersaing dengan anak – anak yang bersekolah di Kota. Memang secara psikologi diakuinya bahwa dampaknya sangat kelihatan namun dirinya tetap berusaha sekuat tenaga agar mereka bisa mendapat haknya di dunia pendidikan. Mengingat sekolah yang dipimpinnya adalah sekolah yang terintegrasi dengan pendidikan non formal, sehingga pelaksanaan ujiannya akan dilaksanakan secara bertahap. Untuk itu sebagai persiapan sebelum mengikuti ujian, para guru sudah melaksanakan apa yang menjadi tuntutan dari pada kurikulum bagi siswa yang akan mengikuti ujian nanti. Karena sekolah ini adalah kesetaraan sehingga setelah ujian pagi untuk formal akan dilanjutkan pada sore hari untuk kesetaraan non formal.

 

This entry was posted in Berita Utama. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>